Kabar duka datang dari lokasi bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Relawan kemanusiaan sekaligus pendiri Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia saat menjalankan misi membantu warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Timur.
Pria berusia 41 tahun yang akrab disapa Bang Jek itu meninggal dunia pada Jumat, 21 Agustus 2026. Selama beberapa hari terakhir, Zaki bersama tim relawan diketahui aktif menyalurkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Flores.
Ahmad Zaki berasal dari Jakarta dan telah berada di lokasi bencana sejak sehari setelah gempa besar mengguncang wilayah tersebut. Dedikasinya untuk membantu warga NTT kini menjadi perhatian publik dan memicu gelombang ucapan duka di media sosial.
Polisi Benarkan Ahmad Zaki Meninggal Dunia
Kabar meninggalnya Ahmad Zaki Ali dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setempat. Kapolsek Lamba Leda Utara, Iptu Ida Bagus Susana Adi Negara, membenarkan relawan tersebut meninggal dunia saat berada di wilayah terdampak gempa.
Berdasarkan keterangan awal yang diterima aparat, Zaki diduga meninggal akibat serangan jantung ketika sedang menjalankan aktivitas kemanusiaan bersama rekan-rekannya.
Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, salah satu daerah yang terdampak cukup parah akibat gempa.
Kronologi Relawan Ahmad Zaki Meninggal Saat Bertugas
Menurut informasi kepolisian, pada Jumat sekitar pukul 14.00 Wita, Ahmad Zaki bersama sejumlah rekannya berangkat dari Posko Relawan Gerak Bareng yang berada di Masjid Nurul Huda, Kampung Reo, Kabupaten Manggarai.
Mereka menggunakan kendaraan untuk mengantarkan bantuan ke wilayah Desa Satar Padut dan kawasan sekitar Dampek. Dalam perjalanan tersebut, Zaki diketahui mengemudikan mobil yang membawa tim relawan.
Namun di tengah perjalanan, ia menghentikan kendaraan dan meminta bantuan rekannya untuk melepaskan jaket serta helm yang dikenakannya. Tidak lama kemudian, kondisi Zaki menurun dan ia kehilangan kesadaran.
Rekan-rekannya kemudian segera membawanya ke posko medis di Posko Damer untuk mendapatkan pertolongan. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga medis, Ahmad Zaki dinyatakan telah meninggal dunia.
Jenazah kemudian dibawa kembali ke Masjid Nurul Huda di Reo pada sore hari. Selanjutnya, jenazah direncanakan dipulangkan ke Jakarta.
Unggahan Terakhir Ahmad Zaki dari Lokasi Gempa NTT
Sebelum meninggal dunia, Ahmad Zaki masih sempat membagikan aktivitas kemanusiaannya melalui akun media sosial pribadinya. Dalam unggahan terakhirnya, ia menyampaikan bahwa dirinya telah memasuki hari keenam berada di NTT.
Zaki juga mengungkapkan bahwa sebagian besar bantuan yang dipercayakan kepada dirinya dan tim telah berhasil disalurkan kepada ratusan keluarga terdampak gempa.
Di sisi lain, ia juga menyinggung kondisi persediaan logistik yang mulai berkurang di tengah kebutuhan warga yang masih cukup besar. Unggahan tersebut kemudian menjadi sorotan setelah kabar meninggalnya Bang Jek menyebar luas.
Berbagai akun komunitas relawan dan pihak yang mengenal aktivitas kemanusiaannya turut menyampaikan rasa kehilangan atas kepergian pendiri Yayasan Gerak Bareng tersebut.
Warganet Kenang Dedikasi Bang Jek untuk Korban Gempa
Kepergian Ahmad Zaki Ali juga mengundang duka dari banyak warganet. Kolom komentar media sosial dipenuhi doa dan ucapan belasungkawa dari orang-orang yang mengenal maupun mengikuti kiprah kemanusiaannya.
Banyak yang mengenang Bang Jek sebagai sosok yang rela datang jauh dari Jakarta untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Sejumlah warganet juga menyampaikan apresiasi atas perjuangannya selama berada di lokasi bencana.
Dedikasi Zaki bersama para relawan lainnya dinilai menjadi gambaran semangat kemanusiaan di tengah situasi sulit yang dihadapi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Flores dan Picu Pengungsian Besar
Seperti diketahui, gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, pada 15 Agustus 2026. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan di sejumlah daerah dan memaksa banyak warga meninggalkan rumah mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Hingga Jumat, 21 Agustus 2026, puluhan orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut. Ratusan warga lainnya mengalami luka-luka, sementara jumlah pengungsi telah mencapai lebih dari 100 ribu orang.
Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup besar. Sejak awal bencana, berbagai bantuan dan relawan dari sejumlah daerah terus berdatangan untuk membantu kebutuhan masyarakat.
Ahmad Zaki bersama tim Gerak Bareng diketahui telah berada di kawasan terdampak sejak 16 Agustus 2026. Kini, kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan relawan, serta masyarakat yang mengenal perjuangannya.
Kepergian Bang Jek menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, banyak relawan bekerja tanpa mengenal lelah demi membantu sesama. Dedikasi dan kebaikannya pun akan terus dikenang oleh mereka yang pernah merasakan manfaat dari perjuangannya.(Rhz2797)
