Notification

×

Iklan

Iklan

🔥 Tragedi Kebakaran Hong Kong: Polemik Perancah Bambu, Styrofoam, dan Renovasi Massal yang Jadi Jalur Maut Api

November 29, 2025 Last Updated 2025-11-29T13:42:32Z



Tragedi Kebakaran Hong Kong: Perancah Bambu dan Material Renovasi Jadi Sorotan Dunia


Ratusan orang dilaporkan tewas dan ratusan lainnya masih hilang dalam kebakaran dahsyat di Hong Kong pada Rabu lalu. Insiden ini memicu perdebatan besar mengenai penggunaan perancah bambu, sebuah teknik konstruksi tradisional yang masih mendominasi pembangunan gedung tinggi di kota tersebut.


Menurut laporan CNA, Hong Kong menjadi satu dari sedikit kota di dunia yang masih mempertahankan perancah bambu dalam proyek konstruksi modern, sebuah praktik yang diwariskan sejak ratusan tahun lalu di Cina dan Asia.


Api Menyambar Perancah dan Jaring Hijau Renovasi


Delapan menara di kompleks perumahan Wang Fuk Court sedang menjalani renovasi besar ketika kebakaran terjadi. Saat itu, seluruh bangunan dibalut kisi-kisi bambu dan jaring pelindung hijau.


Pemerintah Hong Kong mengungkapkan bahwa potongan bambu yang jatuh turut memicu penyebaran api. Sehari sebelumnya, pemerintah bahkan menegaskan pentingnya percepatan transisi menuju perancah logam demi keamanan.


Namun, Anwar Orabi, pakar keselamatan kebakaran dari University of Queensland, menilai kesimpulan cepat terlalu prematur.


“Bambu bukan satu-satunya penyebab, namun kemungkinan menjadi salah satu komponen yang memicu penyebaran api,” ujarnya.


Api Menjalar Vertikal dan Horizontal, 7 Menara Hangus


Menurut ABC News, api pertama kali muncul dari perancah bambu yang menempel di salah satu menara. Angin kencang kemudian mendorong api naik dan menyebar ke menara lainnya.


Hasilnya, tujuh dari delapan gedung tinggi terbakar, menyisakan hanya satu menara yang masih bisa diakses petugas pemadam.


Penyelidikan kemudian mengungkap faktor penting lain: material mudah terbakar yang digunakan dalam proses renovasi.


Styrofoam dan Material Renovasi Diduga Jadi Pemicu Utama


Prestige Construction and Engineering Company, kontraktor renovasi, diketahui menggunakan:


Papan busa (foam board)


Terpal


Panel kayu


Lembaran plastik


Seluruhnya merupakan material yang sangat mudah terbakar.


Kepala keamanan Hong Kong, Chris Tang, menyatakan bahwa api berasal dari jaring pelindung di lantai bawah, kemudian merambat cepat ke atas karena papan busa yang sangat mudah terbakar.


Panas ekstrem memecahkan jendela apartemen, membuat api masuk ke dalam unit-unit rumah.


Selain itu, penyelidik menemukan banyak jendela ventilasi disegel dengan styrofoam, yang menghasilkan asap pekat beracun dan menghambat evakuasi.


Tiga Petinggi Kontraktor Ditangkap


Kepolisian Hong Kong menahan:


Dua direktur


Satu konsultan teknik


mereka dikenai dugaan pembunuhan karena kelalaian berat.


Perancah Bambu Jadi Sorotan: Tradisi atau Risiko?


Perancah bambu telah menjadi bagian penting dari konstruksi Hong Kong selama ratusan tahun. Menurut Al Jazeera, sekitar 4.000 pekerja ahli masih menggeluti profesi ini.


Bambu disukai karena:


Ringan


Murah


Mudah dipasang


Sangat fleksibel untuk gedung-gedung Hong Kong yang rapat


Namun, bambu tetap memiliki satu kelemahan besar: mudah terbakar.


Orabi menjelaskan bahwa perancah bambu dapat menjadi “jalur api vertikal” yang menembus kompartemen bangunan.


Api yang merambat ke perancah memecahkan jendela apartemen, membuat tiap unit menjadi titik penyala baru. Bara yang jatuh kemudian menyebarkan api secara horizontal ke gedung lain.


Warga Membela Perancah Bambu: Pemerintah Sedang Cari Kambing Hitam?


Meski dianggap berbahaya, sebagian warga Hong Kong tetap membela tradisi perancah bambu.


Di media sosial, netizen mengklaim bahwa bambu justru menunjukkan ketahanan karena sebagian besar rangkanya masih utuh meski api menyala selama puluhan jam.


Beberapa menuduh pemerintah menyudutkan ikon budaya Hong Kong demi memaksakan modernisasi.


Leung Kai-chi, akademisi studi Hong Kong, menilai narasi yang menyalahkan bambu adalah:


“Upaya menyalahkan sesuatu yang dianggap eksotis dan asing.”


Pakar Lain Menyebut Penyebab Utama Bukan Bambu


Sejumlah pakar menilai akar masalah sebenarnya adalah kombinasi material yang tidak sesuai regulasi dan renovasi massal delapan blok sekaligus.


Ho Ping-tak dari serikat pekerja perancah menyebut bambu justru sulit terbakar.


Ahli keselamatan Lee Kwong-sing menyalahkan jaring pelindung.


Ho Wing-ip dari Universitas Politeknik Hong Kong menilai papan busa adalah faktor paling fatal.


Ho Wing-ip juga menyayangkan pemilihan waktu renovasi yang dilakukan serentak.


“Jika renovasi dilakukan satu per satu, api tidak akan menyebar sejauh ini,” ujarnya.