Notification

×

Iklan

Iklan

China Bangun “Hong Kong Baru” Dekat Asia Tenggara! Proyek Raksasa Rp1.760 Triliun Ini Bikin Dunia Melirik

Maret 07, 2026 Last Updated 2026-03-06T23:36:41Z

 

Pemerintah China resmi mengubah Pulau Hainan menjadi kawasan pabean khusus bernilai sekitar US$113 miliar atau setara Rp1.760 triliun. Proyek ambisius ini digadang-gadang sebagai eksperimen perdagangan bebas terbesar yang pernah dilakukan negara tersebut.


Program yang dikenal sebagai Pelabuhan Perdagangan Bebas Hainan atau Hainan Free Trade Port (FTP) ini diluncurkan pada 18 Desember 2024. Melalui kebijakan baru tersebut, operasional bea cukai Hainan dipisahkan dari wilayah daratan utama China untuk menciptakan sistem perdagangan yang lebih terbuka.


Langkah ini juga dianggap sebagai upaya Beijing menciptakan pusat bisnis global baru yang dapat menjadi alternatif bagi Hong Kong di tengah dinamika ekonomi dunia.


Tarif dipangkas besar-besaran


Dalam kebijakan terbaru ini, pemerintah China melakukan pemangkasan tarif impor secara signifikan serta melonggarkan berbagai regulasi perdagangan. Tujuannya adalah menarik lebih banyak investasi asing dan mempercepat aktivitas bisnis internasional di kawasan tersebut.


Salah satu perubahan paling mencolok adalah peningkatan jumlah barang yang dapat masuk tanpa tarif. Jika sebelumnya hanya sekitar 21 persen barang yang memenuhi syarat bebas bea, kini angkanya melonjak menjadi sekitar 74 persen.


Selain itu, jumlah kategori barang bebas bea juga meningkat lebih dari tiga kali lipat hingga mencakup lebih dari 6.600 jenis produk.


Barang dari Hainan bebas tarif ke China


Di bawah kerangka kebijakan baru, barang yang diproses di Hainan dapat masuk ke wilayah daratan China tanpa tarif, asalkan memiliki nilai tambah lokal lebih dari 30 persen.


Kebijakan ini diharapkan mendorong pertumbuhan industri manufaktur serta memperkuat integrasi rantai pasok di kawasan tersebut.


Selain itu, pemerintah China juga membuka akses lebih luas bagi perusahaan asing untuk masuk ke sejumlah sektor layanan yang sebelumnya dibatasi di daratan utama. Prosedur investasi lintas negara juga dibuat lebih sederhana agar investor global lebih mudah beroperasi.


Perkuat hubungan ekonomi dengan Asia Tenggara


Secara geografis, Pulau Hainan berada di kawasan strategis yang menghadap langsung ke Asia Tenggara. Posisi ini membuat proyek Hainan FTP dipandang sebagai jembatan baru untuk memperkuat hubungan ekonomi China dengan negara-negara di kawasan tersebut.


Wakil Perdana Menteri China, He Lifeng, menyebut proyek ini sebagai langkah penting dalam memperluas keterbukaan ekonomi China.


Menurutnya, pelabuhan perdagangan bebas ini berpotensi menjadi gerbang utama bagi era baru hubungan ekonomi global China.


“Pelabuhan ini dapat menjadi gerbang vital yang memimpin era baru keterbukaan China kepada dunia,” ujarnya.


Pasar langsung merespons positif


Peluncuran proyek Hainan Free Trade Port langsung mendapat respons positif dari pasar keuangan. Saham-saham di China dan Hong Kong dilaporkan mengalami penguatan setelah muncul tanda-tanda masuknya modal baru ke kawasan tersebut.


Sejumlah analis menilai Hainan dapat menjadi “laboratorium ekonomi” bagi China untuk menguji kebijakan keterbukaan perdagangan dengan risiko yang lebih rendah.


Ekonom senior dari Economist Intelligence Unit, Xu Tianchen, menyebut model ekonomi Hainan sebagai bentuk liberalisasi ekonomi yang dikelola secara hati-hati.


Menurutnya, pendekatan ini berpotensi memperkuat integrasi rantai pasok global. Namun, ia juga menilai Hainan masih belum memiliki sistem hukum serta keterbukaan finansial yang sekuat Hong Kong.


Meski begitu, proyek raksasa ini tetap dipandang sebagai langkah strategis China untuk memperkuat posisinya dalam perdagangan global sekaligus menciptakan pusat ekonomi baru di kawasan Asia.