Notification

×

Iklan

Iklan

Heboh! Pertalite Diduga Campur Air, SPBU Juanda Bekasi Ditutup Sementara

Maret 01, 2026 Last Updated 2026-03-01T13:30:19Z

 

Penyaluran BBM jenis Pertalite di SPBU 34.171.46 Jalan Insinyur H. Juanda, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, dihentikan sementara. Langkah ini diambil oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) setelah menerima laporan dari konsumen terkait dugaan bensin bercampur air.


Penghentian dilakukan sejak Minggu (1/3/2026) sebagai respons cepat untuk mencegah dampak lebih luas terhadap kendaraan pelanggan.


Pertamina Fokus Tangani Kendaraan Terdampak


Perwakilan Pertamina menyampaikan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan seluruh kendaraan terdampak mendapatkan penanganan hingga tuntas. Pihak SPBU diminta membuka posko pengaduan untuk melayani konsumen.


Seluruh biaya perbaikan kendaraan disebut menjadi tanggung jawab pihak SPBU. Beberapa kendaraan telah selesai diperbaiki dan kembali digunakan, sementara lainnya masih dalam proses perbaikan.


Penyebab Masih Diinvestigasi


Hingga kini, penyebab pasti tercampurnya air dengan Pertalite masih dalam tahap investigasi dan verifikasi lapangan. Manajemen SPBU Juanda Bekasi juga memutuskan menutup sementara operasional hingga batas waktu yang belum ditentukan.


Pengawas SPBU setempat menyebut dugaan sementara mengarah pada tangki pendam (tangki bawah tanah). Namun, belum ada kesimpulan resmi mengenai bagaimana air bisa bercampur dengan bahan bakar.


Pihak SPBU juga memastikan bahwa dugaan tersebut bukan berasal dari mobil tangki pengangkut BBM.


Pertamina Pastikan SPBU Lain Aman


Pertamina Patra Niaga Regional JBB menegaskan bahwa produk Pertalite di SPBU lain di wilayah sekitar Bekasi dalam kondisi aman dan tidak terdapat keluhan serupa.


Masyarakat yang merasa kendaraannya terdampak diminta segera melapor ke posko pengaduan di lokasi SPBU untuk proses penanganan lebih lanjut.


Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kualitas bahan bakar dan keselamatan kendaraan. Hasil investigasi resmi dari Pertamina diharapkan segera diumumkan untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat.