Notification

×

Iklan

Iklan

Situasi Makin Panas! China Disebut Mulai Bantu Iran di Tengah Perang dengan AS dan Israel

Maret 07, 2026 Last Updated 2026-03-07T11:06:52Z


Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin meningkat setelah muncul laporan bahwa China diduga mulai memberikan dukungan kepada Iran di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.


Laporan yang dipublikasikan oleh CNN pada Jumat (6/3) menyebutkan bahwa Beijing kemungkinan memberikan bantuan berupa dukungan finansial, suku cadang pengganti, serta komponen yang berkaitan dengan sistem rudal Iran.


Informasi tersebut mengutip tiga sumber yang mengetahui perkembangan situasi tersebut. Meski demikian, China disebut masih berhati-hati dan sejauh ini menghindari keterlibatan langsung dalam konflik militer yang sedang berlangsung.


Para pejabat di Amerika Serikat dilaporkan terus memantau perkembangan tersebut karena adanya indikasi bahwa posisi China dalam konflik ini bisa mulai berubah.


Kepentingan Energi Jadi Faktor Penting


China diketahui merupakan salah satu pembeli utama minyak mentah Iran. Hubungan energi ini membuat stabilitas kawasan Timur Tengah menjadi kepentingan penting bagi Beijing.


Selain itu, pemerintah China juga disebut telah mendesak Teheran untuk menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, yang merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia.


Seorang sumber intelijen yang dikutip CNN menyatakan bahwa China sangat berhati-hati dalam memberikan dukungan karena konflik tersebut berpotensi mengganggu ketahanan energi negara tersebut.


Rusia Juga Disebut Berbagi Intelijen


Selain dugaan dukungan dari China, laporan tersebut juga menyebut bahwa Rusia kemungkinan telah berbagi citra satelit dan informasi intelijen dengan Iran.


Data tersebut disebut mencakup informasi terkait posisi dan pergerakan pasukan Amerika Serikat di kawasan. Namun hingga kini Central Intelligence Agency menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.


Serangan Balasan Terus Meningkat


Konflik ini semakin memanas setelah serangkaian serangan balasan terjadi di berbagai wilayah Timur Tengah. Pekan lalu, enam tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan drone Iran di Kuwait.


Di sisi lain, Iran disebut telah meluncurkan ribuan drone serang serta ratusan rudal yang menargetkan fasilitas militer AS, kedutaan besar, dan sejumlah sasaran di kawasan tersebut.


Sementara itu, serangan balasan dari Amerika Serikat dan Israel dilaporkan telah menghantam lebih dari 2.000 target di wilayah Iran.


Korban Konflik Terus Bertambah


Ketegangan di Timur Tengah meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu pekan lalu.


Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Ali Khamenei, serta sejumlah pejabat militer senior Iran.


Iran kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta sejumlah kota di Israel.


Hingga kini, eskalasi konflik masih terus berlangsung dan dikhawatirkan dapat memperluas ketegangan di kawasan Timur Tengah serta memicu dampak global yang lebih luas.