Notification

×

Iklan

Iklan

Dua Pabrik LPG Baru Segera Beroperasi, Produksi Elpiji RI Bertambah 200 Ton per Hari

April 09, 2026 Last Updated 2026-04-09T02:09:39Z


Indonesia akan menambah kapasitas produksi gas elpiji nasional melalui pengoperasian dua pabrik LPG baru pada tahun 2026. Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan total sekitar 200 metrik ton LPG per hari guna memperkuat pasokan energi domestik.


Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan dua proyek yang segera beroperasi adalah LPG Plant Cilamaya di Jawa Barat dan LPG Plant Tuban di Jawa Timur.


Menurut Djoko, LPG Plant Cilamaya yang dikelola PT Energi Nusantara Perkasa kini telah mencapai progres pembangunan sekitar 92,9 persen. Saat ini proyek tinggal menyelesaikan instalasi area proses, jaringan pipa, serta fasilitas terminal sebelum resmi beroperasi.


Pabrik tersebut diperkirakan memiliki kapasitas produksi sekitar 163 metrik ton LPG per hari atau setara 1.891 barel oil per hari.


Sementara itu, LPG Plant Tuban milik PT Sumber Aneka Gas kini telah memasuki tahap commissioning dan ditargetkan mulai onstream pada April 2026. Fasilitas ini memiliki kapasitas produksi sekitar 30 metrik ton per hari atau setara 348 barel oil per hari.


Dengan beroperasinya dua fasilitas tersebut, total tambahan produksi LPG nasional diperkirakan mencapai hampir 200 metrik ton per hari.


Selain dua proyek yang akan segera beroperasi, SKK Migas juga tengah menyiapkan sejumlah proyek lanjutan untuk memperbesar kapasitas produksi elpiji dalam beberapa tahun ke depan.


Salah satu proyek terbesar adalah LPG Plant Jambi Merang yang ditargetkan mampu memproduksi sekitar 320 metrik ton per hari dan mulai beroperasi pada kuartal II 2027. Saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap evaluasi akuisisi kilang eksisting usai proses tender selesai dilakukan.


Proyek lain yang juga sedang disiapkan adalah LPG Plant Senoro dengan kapasitas sekitar 54 metrik ton per hari. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 seiring pembangunan flare gas recovery yang dijadwalkan rampung pada kuartal II 2026.


Tak hanya itu, SKK Migas juga tengah mengkaji tambahan pembangunan fasilitas LPG Plant di Jawa Timur dengan potensi produksi sekitar 50 metrik ton per hari.


Djoko menyebut seluruh rencana pengembangan tersebut kini tinggal menunggu arahan lebih lanjut dan peresmian dari Presiden.


Langkah penambahan fasilitas produksi ini diharapkan dapat membantu menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor LPG sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang. (Rhz2797)