Notification

×

Iklan

Iklan

Iran Sesumbar Menang Lawan AS, Klaim Washington Terima Proposal 10 Poin

April 08, 2026 Last Updated 2026-04-08T02:17:35Z


Iran mengklaim berada di posisi unggul dalam ketegangan geopolitik terbaru dengan Amerika Serikat dan Israel setelah Presiden AS Donald Trump menangguhkan rencana serangan militer terhadap Teheran selama dua pekan.


Pernyataan tersebut disampaikan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang menilai keputusan Washington menunda serangan merupakan bukti bahwa Iran berhasil memaksakan kehendaknya dalam negosiasi strategis kawasan.


Menurut laporan media pemerintah Iran yang dikutip sejumlah media internasional pada Rabu (8/4/2026), Teheran menyebut Amerika Serikat pada prinsipnya telah menerima proposal 10 poin yang diajukan Iran sebagai dasar pembicaraan damai.


Iran Klaim AS Setuju Cabut Sanksi dan Kurangi Pasukan


Dalam pernyataannya, Dewan Keamanan Iran menyebut proposal itu mencakup sejumlah tuntutan besar, termasuk pencabutan sanksi primer dan sekunder terhadap Iran serta penarikan pasukan tempur AS dari pangkalan-pangkalan militernya di kawasan Timur Tengah.


Iran juga mengklaim Amerika Serikat telah menyetujui hak Teheran untuk melanjutkan pengayaan nuklir serta mengakui kontrol Iran atas Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis dunia.


Menurut Iran, pengoperasian Selat Hormuz dalam masa transisi akan dilakukan melalui koordinasi langsung dengan angkatan bersenjata Iran.


Negosiasi Disebut Segera Digelar di Islamabad


Teheran menyatakan proses negosiasi lanjutan dengan Amerika Serikat akan dimulai di Islamabad, Pakistan. Iran menegaskan pembicaraan itu tetap dilakukan dengan tingkat ketidakpercayaan tinggi terhadap Washington.


Iran menyiapkan waktu dua minggu untuk proses negosiasi awal, dengan kemungkinan perpanjangan jika kedua pihak menyepakatinya.


Meski membuka jalur diplomasi, Iran menegaskan militernya tetap dalam status siaga penuh dan siap memberikan respons keras jika ada tindakan militer dari pihak lawan.


Trump Tunda Serangan dengan Syarat Hormuz Dibuka


Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengumumkan penangguhan serangan terhadap Iran selama dua minggu setelah melakukan pembicaraan dengan pimpinan Pakistan.


Trump mengatakan penundaan itu dilakukan dengan syarat Iran membuka akses penuh, aman, dan segera terhadap Selat Hormuz selama masa gencatan senjata berlangsung.


Ia menyebut langkah tersebut sebagai peluang menuju kesepakatan damai jangka panjang di Timur Tengah.


Menurut Trump, proposal 10 poin dari Iran dinilai cukup realistis untuk dijadikan dasar perundingan, dan sebagian besar poin perselisihan lama antara kedua negara disebut telah menemukan titik temu.


Selat Hormuz Dibuka Sementara


Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Teheran setuju membuka akses Selat Hormuz selama dua minggu dengan pengawasan ketat militer Iran.


Jalur pelayaran tersebut akan dioperasikan secara terbatas dan melalui koordinasi teknis dengan angkatan bersenjata Iran guna memastikan keamanan selama masa gencatan senjata.


Ketegangan Timur Tengah Masih Jadi Sorotan Dunia


Meski kedua pihak mulai membuka jalur diplomasi, situasi di Timur Tengah masih dinilai sangat rapuh. Banyak pihak menilai dua pekan ke depan akan menjadi penentu apakah negosiasi mampu menghasilkan perdamaian permanen atau justru memicu konflik yang lebih besar.


Dunia kini menanti hasil pembicaraan Iran dan Amerika Serikat yang disebut-sebut dapat mengubah peta geopolitik kawasan secara signifikan. (Rhz2797)