Ketegangan di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya mereda, namun kabar positif datang bagi Indonesia. Pemerintah Iran disebut siap memberikan kemudahan bagi kapal tanker Indonesia untuk melintasi Selat Hormuz yang sempat dibatasi ketat akibat konflik regional.
Informasi ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Cholil Nafis, usai menerima kunjungan Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, di Jakarta pada Senin (6/4).
Menurut Cholil, Iran menegaskan komitmennya untuk menjaga hubungan baik dengan Indonesia, termasuk dalam menjamin kelancaran jalur distribusi energi. “Iran berkomitmen untuk terus menjalin persahabatan dengan Indonesia, termasuk memudahkan kapal tanker Indonesia yang akan melewati Selat Hormuz,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Bahas Konflik dan Stabilitas Kawasan
Dalam pertemuan tersebut, Boroujerdi juga memaparkan kondisi terkini di kawasan Teluk Persia yang masih diliputi ketegangan. Konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel menjadi perhatian utama.
Wakil Ketua Umum MUI lainnya, Marsudi Syuhud, menegaskan bahwa pihak yang memulai konflik seharusnya bertanggung jawab untuk mengakhirinya. Ia mendorong adanya pernyataan tegas dari pihak terkait untuk menghentikan perang.
Pernyataan senada juga disampaikan melalui rilis resmi Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Dalam pertemuan itu, MUI menyoroti pentingnya penghentian serangan terhadap negara berdaulat, warga sipil, dan infrastruktur publik yang dinilai melanggar prinsip kemanusiaan.
Dampak Konflik ke Jalur Energi Global
Sejak akhir Februari, konflik militer di kawasan tersebut berdampak langsung pada jalur distribusi minyak dunia. Pembatasan akses di Selat Hormuz membuat sejumlah kapal, termasuk milik Indonesia, tertahan.
Dua kapal milik Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dilaporkan masih berada di kawasan Teluk Persia. Hal ini dikonfirmasi oleh perwakilan Pertamina International Shipping.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI untuk memastikan keamanan pelayaran.
“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” ujarnya.
Menunggu Kesiapan Teknis
Sementara itu, Juru Bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, mengungkapkan bahwa Iran telah memberikan sinyal positif terkait keamanan kapal Indonesia.
Namun, ia menekankan bahwa masih diperlukan kesiapan teknis dari pihak Pertamina, termasuk aspek asuransi dan kesiapan kru kapal sebelum pelintasan benar-benar dilakukan.
Kemlu RI bersama KBRI di Teheran juga terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan kapal Indonesia di tengah situasi geopolitik yang belum stabil.
Harapan di Tengah Ketegangan
Kemudahan akses bagi kapal tanker Indonesia ini menjadi angin segar di tengah ketidakpastian global. Jika terealisasi, langkah ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Iran, tetapi juga menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Meski demikian, situasi di kawasan tetap dinamis dan memerlukan pengawasan ketat dari pemerintah serta pelaku industri energi. (Rhz2797)
