Notification

×

Iklan

Iklan

Kenapa Kakak Adik Sering Bertengkar? Ini 3 Penyebab yang Sering Tak Disadari Orangtua

April 08, 2026 Last Updated 2026-04-08T03:28:22Z


Hubungan kakak dan adik tidak selalu berjalan harmonis. Meski banyak saudara kandung memiliki ikatan yang erat, tidak sedikit pula yang justru sering bertengkar, saling menjauh, bahkan bermusuhan hingga dewasa.


Para ahli menilai dinamika hubungan antar-saudara sangat dipengaruhi oleh pola asuh, karakter pribadi, hingga kondisi tumbuh kembang dalam keluarga. Karena itu, ketidakharmonisan kakak adik sering kali bukan muncul begitu saja.


Berikut tiga penyebab umum kakak adik sering bertengkar yang kerap tidak disadari orangtua:


1. Sikap Pilih Kasih Orangtua


Salah satu pemicu terbesar konflik antar-saudara adalah perlakuan orangtua yang dianggap tidak adil. Meski kadang tidak disengaja, anak yang merasa kurang diperhatikan atau dibanding-bandingkan dengan saudaranya bisa menyimpan rasa kecewa dalam jangka panjang.


Bentuk pilih kasih ini bisa berupa pujian berlebihan kepada satu anak, kritik lebih keras kepada anak lain, hingga kebiasaan membandingkan prestasi, sikap, atau kepribadian mereka.


Jika terus terjadi, luka emosional tersebut dapat merusak rasa percaya dan memicu konflik berkepanjangan antar-saudara.


2. Jarak Usia yang Memengaruhi Dinamika


Perbedaan usia juga dapat memengaruhi hubungan kakak dan adik. Jarak usia yang terlalu jauh kadang membuat keduanya sulit membangun kedekatan karena berada di fase kehidupan yang sangat berbeda.


Sebaliknya, saudara dengan usia berdekatan memang lebih mudah akrab, tetapi juga lebih rentan bersaing dan dibandingkan secara langsung oleh lingkungan maupun orangtua.


Persaingan inilah yang kerap memicu kecemburuan dan pertengkaran.


3. Kepribadian yang Bertolak Belakang


Tak semua saudara kandung memiliki sifat yang cocok satu sama lain. Perbedaan karakter yang terlalu ekstrem bisa membuat kakak dan adik sulit memahami satu sama lain.


Misalnya, anak yang pendiam dan introver mungkin kesulitan dekat dengan saudaranya yang sangat aktif dan ekspresif. Begitu pula anak yang patuh aturan bisa sering bentrok dengan saudara yang lebih berani mengambil risiko.


Perbedaan ini dapat menciptakan jarak emosional jika tidak diimbangi dengan komunikasi yang sehat.


Hubungan Saudara Bisa Membaik Seiring Waktu


Meski sering bertengkar saat kecil atau remaja, hubungan kakak adik bukan berarti akan buruk selamanya. Banyak saudara kandung justru menjadi lebih dekat saat dewasa setelah melewati fase hidup yang serupa.


Momen seperti menikah, memiliki anak, atau menghadapi tantangan keluarga bersama sering menjadi titik balik yang mempererat kembali hubungan persaudaraan.


Para ahli menegaskan bahwa tidak semua kakak adik harus selalu akur setiap saat. Namun dengan pola asuh yang sehat, komunikasi yang baik, dan kedewasaan emosional, konflik antar-saudara bisa dikelola menjadi hubungan yang lebih positif. (Rhz2797)