Notification

×

Iklan

Iklan

4 Kasus Hantavirus Muncul di Jakarta, DPR Minta Warga Jangan Panik Tapi Tetap Waspada

Mei 13, 2026 Last Updated 2026-05-13T01:53:39Z

Temuan empat kasus hantavirus di Jakarta sepanjang tahun 2026 menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus tersebut.


Menurut Yahya, hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan dari tikus ke manusia dan bukan melalui kontak antarmanusia. Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami pola penyebaran virus agar tidak menimbulkan kepanikan berlebihan.


“Hantavirus bisa menular melalui udara yang terkontaminasi kotoran tikus, kontak langsung dengan urine, air liur, maupun gigitan tikus,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).


Ia juga mengingatkan bahwa virus tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius hingga berujung kematian apabila tidak ditangani dengan baik. Karena itu, langkah pencegahan dinilai sangat penting dilakukan sejak dini.


Komisi IX DPR meminta masyarakat menjaga kebersihan rumah dan lingkungan agar terbebas dari tikus. Selain itu, penggunaan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan saat membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi juga sangat dianjurkan.


Yahya menilai langkah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam memperketat pengawasan di pintu masuk negara sudah tepat. Pengawasan dilakukan melalui thermal scanner, pengamatan visual, hingga sistem surveilans terhadap pelaku perjalanan.


Selain pengawasan, Kemenkes disebut telah menyiapkan laboratorium pemeriksaan PCR dan whole genome sequencing (WGS) untuk mendeteksi kasus hantavirus. Pemerintah juga memperkuat kesiapan 198 rumah sakit rujukan penyakit infeksi emerging di berbagai daerah Indonesia.


Sementara itu, anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago, mengatakan virus ini sebenarnya bukan penyakit baru di Indonesia. Berdasarkan data yang ia sampaikan, terdapat 23 kasus hantavirus tipe HFRS sepanjang 2024 hingga 2026.


Irma mengimbau masyarakat lebih disiplin menjaga kebersihan lingkungan, terutama memastikan rumah bebas dari sarang tikus. Ia juga meminta warga tidak membersihkan kotoran tikus dengan cara disapu kering karena dapat membuat partikel virus beterbangan di udara.


Menurutnya, Kemenkes perlu segera menerbitkan surat edaran kepada seluruh rumah sakit agar setiap pasien suspek hantavirus dapat segera dilaporkan dan dipantau penyebarannya.


Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, mengungkapkan bahwa dari empat kasus hantavirus yang ditemukan di Jakarta tahun ini, tiga pasien telah sembuh dengan gejala ringan. Sementara satu kasus lainnya masih berstatus suspek dan menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.


Pemerintah pun mengimbau masyarakat tetap tenang, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta mengikuti informasi resmi dari otoritas kesehatan terkait perkembangan hantavirus di Indonesia.(Rhz2797)