Kebakaran besar melanda kompleks Pergudangan Miami di Jalan Rawa Melati A, Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat, pada Senin malam (11/5/2026). Insiden tersebut menghebohkan warga setelah terdengar suara ledakan berulang dari salah satu gudang freon sebelum api membesar dan melahap bangunan.
Berdasarkan keterangan saksi, sedikitnya lima kali ledakan terdengar dari area gudang sekitar pukul 20.00 WIB. Saat kejadian, sejumlah pekerja diketahui masih berada di lokasi untuk lembur.
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, mengatakan bahwa para pekerja awalnya mendengar dentuman keras sebelum melihat kepulan asap tebal muncul dari dekat area toilet di samping gudang freon.
“Menurut kesaksian saksi, terdengar suara ledakan hingga lima kali dari gudang freon saat mereka sedang lembur,” ujar Syaiful dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Tak lama setelah asap terlihat, api dengan cepat membesar dan menjalar ke berbagai bagian gudang. Para pekerja yang panik langsung berusaha menyelamatkan diri dan melaporkan kejadian tersebut ke petugas pemadam kebakaran terdekat.
Warga sekitar juga mengaku sempat melihat kilatan cahaya dari dalam bangunan sebelum kobaran api membesar. Seorang warga bernama Rudi (42) mengatakan situasi awalnya tampak normal hingga asap hitam mulai terlihat dari kawasan pergudangan.
“Awalnya warga lagi aktivitas biasa, terus kelihatan asap dan api, akhirnya pada mendekat ke lokasi,” kata Rudi di sekitar area kebakaran.
Hasil penyelidikan sementara menyebutkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik pada mesin produksi di gudang freon. Percikan listrik diduga memicu ledakan yang kemudian mempercepat penyebaran api ke area lain di kompleks pergudangan.
Untuk mengendalikan situasi, sebanyak 25 unit mobil pemadam kebakaran dan sekitar 125 personel gabungan dari Jakarta Barat dan Jakarta Utara diterjunkan ke lokasi. Petugas berjibaku selama berjam-jam untuk memadamkan api yang terus membakar material di dalam gudang.
Meski api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, proses pendinginan masih berlangsung hingga Selasa pagi. Petugas masih mengurai puing bangunan yang roboh karena banyak bara api tertimbun material mudah terbakar.
Menurut petugas, kondisi gudang yang dipenuhi barang dan material bangunan membuat potensi api kembali menyala cukup tinggi jika pendinginan tidak dilakukan secara menyeluruh.
Dari pendataan sementara, kebakaran tersebut berdampak pada sedikitnya empat bangunan di kawasan pergudangan dengan total area terbakar mencapai sekitar 1.000 meter persegi. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait total kerugian dan penyebab pasti kebakaran. (Rhz2797)
