Notification

×

Iklan

Iklan

Tak Disangka! Jutaan Liter Minyak Jelantah dari Program MBG Bisa Jadi Energi Hijau

Mei 08, 2026 Last Updated 2026-05-08T11:11:19Z


Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata menyimpan potensi besar di luar penyediaan makanan. Melalui kerja sama antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Pertamina, limbah minyak jelantah kini mulai dilirik sebagai sumber energi hijau yang bernilai ekonomi.


Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata menggunakan sekitar 800 liter minyak goreng setiap bulan. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen berakhir menjadi minyak jelantah.


Artinya, tiap SPPG dapat menghasilkan sekitar 500 hingga 590 liter minyak jelantah setiap bulannya. Dengan jumlah SPPG yang mencapai sekitar 17.200 unit di Pulau Jawa, potensi limbah minyak ini diperkirakan mencapai hingga 6 juta liter per bulan—angka yang sangat signifikan untuk diolah menjadi energi alternatif.


Kerja sama ini dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung pengembangan energi ramah lingkungan sekaligus mendorong ekonomi sirkular di Indonesia. Minyak jelantah yang sebelumnya dianggap limbah kini dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif seperti biodiesel.


BGN juga menerapkan aturan ketat dalam penggunaan minyak goreng demi menjaga kualitas makanan. Minyak hanya boleh digunakan maksimal tiga kali sebelum dikategorikan sebagai jelantah dan tidak layak pakai.


Selain fokus pada pengolahan limbah, BGN turut mendorong penggunaan energi bersih di lingkungan operasional SPPG. Salah satunya melalui pemanfaatan jaringan gas alam dan compressed natural gas (CNG) untuk meningkatkan efisiensi serta mengurangi dampak lingkungan.


Dadan menilai, pemanfaatan jutaan liter minyak jelantah ini bisa menjadi titik awal kolaborasi besar dalam pengembangan energi hijau nasional. Tak hanya mengurangi limbah, langkah ini juga membuka peluang ekonomi baru dari sesuatu yang sebelumnya tidak bernilai.


Dengan inovasi ini, program MBG tidak hanya berkontribusi pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga berperan dalam mendukung transisi energi bersih dan keberlanjutan lingkungan di Indonesia.