Notification

×

Iklan

Iklan

Liburan Berujung Mimpi Buruk, Wanita Ini Temukan 38 Cacing Pita Bersarang di Otaknya

Juli 07, 2026 Last Updated 2026-07-07T13:21:25Z

Seorang wanita asal Carmarthen, Inggris, bernama Lowri Denman (42) mengalami pengalaman medis yang sangat langka setelah didiagnosis menderita neurocysticercosis, yaitu infeksi pada otak yang disebabkan oleh larva cacing pita babi (Taenia solium).


Kasus ini menjadi perhatian karena hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat 38 larva cacing pita yang bersarang di otaknya. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan paparan telur cacing saat Lowri menjalani liburan ke India beberapa waktu sebelumnya.


Awalnya Menemukan Cacing Pita Saat di Toilet


Lowri mulai menyadari ada sesuatu yang tidak normal ketika melihat seekor cacing pita sepanjang sekitar satu meter keluar dari tubuhnya saat buang air besar.


Meski cacing tersebut berhasil keluar, masalah kesehatan yang lebih serius justru muncul sekitar satu tahun kemudian. Ia mulai mengalami sakit kepala hebat yang semakin sering hingga akhirnya mengalami kejang dan harus mendapatkan perawatan darurat di rumah sakit.


Hasil CT Scan Ungkap Puluhan Parasit di Otak


Tim dokter kemudian melakukan pemeriksaan menggunakan CT scan dan MRI. Hasilnya mengejutkan, puluhan larva cacing pita ditemukan berada di jaringan otaknya.


Dokter spesialis penyakit infeksi yang menangani kasus tersebut menduga Lowri kemungkinan tanpa sengaja mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi telur Taenia solium saat berada di India. Telur cacing yang berukuran mikroskopis dapat masuk ke tubuh melalui makanan atau tangan yang tidak bersih, kemudian menyebar ke berbagai organ, termasuk otak.


Sempat Alami Gangguan Mental dan Kejang


Selain kejang, infeksi tersebut menyebabkan pembengkakan di sekitar otak sehingga memicu berbagai gangguan saraf.


Lowri mengaku sempat mengalami paranoia, serangan panik, kecemasan berat, hingga psikosis. Dalam masa terburuknya, ia juga mengalami perubahan perilaku yang membuatnya bertindak seperti anak kecil akibat gangguan pada sistem saraf.


Kondisi tersebut merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada penderita neurocysticercosis apabila larva memicu peradangan di otak.


Kini Pulih, Tetapi Tetap Minum Obat


Setelah menjalani terapi menggunakan obat antiparasit dan steroid, seluruh larva cacing di otaknya dilaporkan telah mati dan mengalami pengapuran.


Meski tidak menjalani operasi, Lowri masih harus mengonsumsi obat antikejang untuk mencegah epilepsi kambuh. Kabar baiknya, ia dilaporkan tidak lagi mengalami kejang sejak 2017 dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan normal.


Pentingnya Menjaga Kebersihan Saat Bepergian


Melalui pengalamannya, Lowri mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan makanan dan minuman saat bepergian ke luar negeri.


Neurocysticercosis merupakan penyakit yang dapat dicegah dengan menjaga kebersihan tangan, mengonsumsi makanan yang dimasak hingga matang, menggunakan air minum yang aman, serta menerapkan sanitasi yang baik. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi risiko infeksi parasit, terutama ketika berkunjung ke daerah yang memiliki tingkat sanitasi berbeda.(Rhz2797)