Notification

×

Iklan

Iklan

Operasi Pasar Beras Murah di Bekasi Diwarnai Kericuhan, Warga:Tidak Pernah Seperti Ini Sebelumnya!

Februari 22, 2024 Last Updated 2024-02-22T02:47:57Z

Warga Kota Bekasi, berebut untuk mendapatkan beras murah dalam operasi pasar yang digelar di kantor Kecamatan Bekasi Barat, Rabu (21/2/2024). 


Operasi pasar itu pun diwarnai kericuhan lantaran warga yang rela berdesakan demi mendapatkan beras murah. Desak-desakan dan kericuhan terjadi antara warga dan petugas pendataan. Padahal, untuk membeli beras warga harus daftar terlebih dahulu. 


Warga yang antre hanya bisa membeli dua kantong beras. Satu kantong ukuran lima kilogram dijual dengan harga Rp 53 ribu. Warga yang sudah mengantre sejak pagi khawatir kehabisan beras murah tersebut. 


"Ini (pemerintah kota) ingin kasih warga yang benar tapi tidak seperti ini caranya. Iya, kan? Ini tidak benar. Padahal, kami beli, bukan gratis, cuy," ucap salah satu warga bernama Antim dilansir dari Kompas TV, Rabu. 


Warga lainnya yang bernama Kurnia juga geram dengan sulitnya mendapatkan harga beras murah ini. Padahal, Kurnia mengaku sudah mengumpulkan data ke petugas RT dan RW. "Ini (desak-desakan) karena apa? Karena saat ini beras langka. Tidak pernah seperti ini. Bantuan apa pun, tidak pernah sebanyak (warga yang berdesakan) ini," ucap Kurnia. 


Pedagang bingung 


Pada kesempatan berbeda, Firdaus (24), pedagang beras di Bekasi, mengaku ikut terkena imbas kenaikan harga beras selama beberapa bulan terakhir. Ia menuturkan, pembeli biasanya datang ke tokonya untuk mengecek kualitas beras dan memastikan harganya. 


"Kadang mereka ke sini doang, pilih-pilih (lihat-lihat kualitas) eh enggak jadi beli, banyak kayak gitu," kata Firdaus, di kiosnya Jalan Rajawali, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu. 


Firdaus menuturkan, pembeli menginginkan harga yang murah, tetapi dengan kualitas yang bagus. Namun, kondisinya berbeda di pasaran. "Ya kadang penginnya yang murah tapi bagus, putih, bersih," ujar dia. Harga beras termurah yang Firdaus jual seharga Rp 12.500 per liternya. Namun, kualitasnya kurang baik. 


Firdaus berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat membantu menekan harga bahan pokok, terutama harga beras yang sudah terlampau tinggi ini. "Soalnya kalau mau turun tergantung petaninya dan pemerintah juga. 


Kami (pedagang) enggak bisa jamin besok turun atau besok naik, enggak bisa," ujar Firdaus. Firdaus mengatakan, kenaikan harga beras sudah terjadi selama tiga bulan. Februari menjadi puncak lonjakan termahal. 


"Lebih dari tiga bulan, kalau naik banget sih dari bulan kemarin, (bulan) ini puncaknya paling tinggi," imbuhnya. Karena itu, Firdaus tak bisa menjawab pertanyaan pelanggannya mengenai kapan harga beras turun. 


Sebagai pedagang, Firdaus hanya bisa pasrah dan tetap berjualan menyesuaikan dengan harga yang ada di pasaran. "Kami kan juga penjual kecil, enggak bisa apa-apa, pasrah, emang dari sananya kami jual yang ada saja," imbuhnya. [sb]