Notification

×

Iklan

Iklan

7 Gejala Awal Alzheimer yang Sering Dianggap Sepele, Waspadai Sebelum Terlambat!

November 29, 2025 Last Updated 2025-11-29T13:33:10Z



Alzheimer Sering Muncul dari Tanda Kecil, Ini 7 Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai


Alzheimer tidak selalu datang dengan gejala besar. Justru, penyakit ini kerap muncul melalui perubahan kecil dalam aktivitas harian yang tampak seperti “lupa biasa”. Banyak orang baru menyadari saat kondisi sudah memburuk, padahal deteksi dini sangat penting untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif.


Memahami perbedaan antara lupa akibat penuaan normal dan gejala Alzheimer adalah langkah awal yang krusial. Usia memang bisa memengaruhi ingatan, tapi Alzheimer menunjukkan pola yang lebih intens dan sangat mengganggu rutinitas.


Berikut 7 gejala awal Alzheimer yang dirangkum dari Alzheimer’s Association.


1. Kehilangan Memori yang Mengganggu Aktivitas Sehari-hari


Salah satu tanda paling umum adalah kehilangan memori jangka pendek yang terjadi berulang. Kamu bisa mudah lupa informasi baru, seperti jadwal janji temu, percakapan singkat, atau acara penting yang baru dibicarakan beberapa menit sebelumnya.


Penderita Alzheimer biasanya sering mengulang pertanyaan yang sama hingga harus mengandalkan catatan atau pengingat untuk hal-hal sederhana yang dulunya mudah dilakukan.


2. Tantangan dalam Perencanaan dan Pemecahan Masalah


Pada tahap awal, kemampuan berpikir logis dan mengorganisasi sesuatu mulai menurun. Tugas yang biasanya mudah—seperti mengikuti resep masakan, mengatur keuangan, atau membuat prioritas—tiba-tiba terasa membingungkan.


Proses berpikir menjadi lebih lambat, dan fokus mudah hilang sehingga penyelesaian masalah sederhana pun membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.


3. Kesulitan Menyelesaikan Tugas yang Sudah Familier


Kegiatan yang sudah rutin dilakukan bertahun-tahun bisa berubah menjadi hal yang membingungkan. Misalnya, lupa arah menuju lokasi yang sering dikunjungi, tidak ingat langkah-langkah permainan yang dulu dikuasai, atau bingung saat menyusun daftar belanja yang sederhana.


Kesulitan ini bukan terjadi sesekali, tetapi muncul lebih sering hingga mengganggu rutinitas.


4. Kebingungan terhadap Waktu dan Tempat


Penderita Alzheimer sering kehilangan orientasi waktu. Mereka bisa lupa tanggal, musim, atau tidak memahami urutan kejadian. Situasi yang tidak berlangsung langsung menjadi sulit dipahami, seperti membedakan mana yang terjadi kemarin atau minggu lalu.


Dalam beberapa kasus, seseorang dapat tiba-tiba bingung berada di suatu tempat tanpa ingat bagaimana ia sampai di sana.


5. Masalah Visual dan Persepsi Ruang


Alzheimer dapat memengaruhi kemampuan visual dan spasial. Hal ini membuat seseorang sulit menilai jarak, membaca tulisan, menjaga keseimbangan, hingga membedakan warna dan kontras.


Ketidaksinkronan antara mata dan otak ini membuat aktivitas seperti mengemudi menjadi berisiko, bukan karena masalah mata semata, tetapi karena penurunan kemampuan otak memproses visual.


6. Kesulitan Berbahasa, Baik Berbicara Maupun Menulis


Orang dengan Alzheimer sering terhenti di tengah kalimat karena bingung bagaimana melanjutkannya. Mereka bisa mengulang-ulang topik yang sama atau kesulitan menemukan kata yang tepat.


Tulisan juga menjadi kacau, tidak terstruktur, atau berhenti di tengah jalan karena kehilangan fokus.


7. Menaruh Barang di Tempat Tidak Wajar dan Lupa Melacaknya


Menaruh barang di lokasi yang tidak logis—seperti dompet di kulkas atau kunci di dalam laci pakaian—merupakan tanda khas Alzheimer. Ketika barang tersebut hilang, penderita sulit mengingat kembali langkah sebelumnya sehingga tidak bisa melacaknya.


Pada tahap lanjut, hal ini bisa memicu kecurigaan atau menuduh orang lain mengambil barang yang “hilang”.