Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi kian meluas dan menempatkan sejumlah wilayah dalam kondisi darurat. Dari total 75 titik genangan yang terdata, Kecamatan Cikarang Utara menjadi kawasan paling parah terdampak dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 170 sentimeter.
Kondisi tersebut membuat akses jalan lingkungan terputus dan aktivitas warga lumpuh total. Banyak keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka tidak lagi aman untuk ditempati.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyebut jumlah warga terdampak terus bertambah seiring meluasnya genangan.
“Siang tadi tercatat lebih dari 17 ribu kepala keluarga terdampak, dan hingga malam ini meningkat menjadi lebih dari 19 ribu KK,” ujarnya di Cikarang, Jumat (20/2/2026).
Cikarang Utara Jadi Wilayah Paling Parah
Di Kecamatan Cikarang Utara, banjir merendam Desa Tanjungsari dan Karangraharja dengan ketinggian air antara 50 hingga 170 cm. Air tidak hanya menggenangi rumah warga, tetapi juga memutus akses jalan utama.
Sejumlah warga terpaksa dievakuasi ke lokasi lebih aman karena ketinggian air terus meningkat.
Tambun Utara dan Babelan Ikut Terdampak
Selain Cikarang Utara, Kecamatan Tambun Utara juga mengalami dampak cukup luas dengan TMA berkisar 30–100 cm. Desa Satriajaya, Satria Mekar, Srijaya, Srimukti, dan Sriamur menjadi titik genangan terparah.
Di Desa Srimukti bahkan dilaporkan terjadi angin puting beliung, sementara longsor melanda Desa Karangsatria.
Wilayah Kecamatan Babelan turut menjadi episentrum genangan dengan ketinggian air 20–40 cm yang merendam Desa Hurip Jaya, Babelan Kota, Muarabakti, Kedung Pengawas, serta Buni Bakti. Di Kelurahan Kebalen, longsor terjadi di dua titik permukiman.
Dampak Meluas ke Wilayah Pesisir
Genangan juga terjadi di Kecamatan Cabangbungin, tepatnya di Desa Jayalaksana (TMA 20–40 cm) dan Desa Setialaksana yang terdampak angin puting beliung.
Banjir turut merendam wilayah Kecamatan Cibitung, termasuk Kelurahan Wanasari, Desa Wanajaya, dan Sarimukti.
Sementara itu, kawasan pesisir Kecamatan Muaragembong seperti Desa Pantai Harapan Jaya dan Bojongsari juga tak luput dari dampak banjir.
Ratusan Warga Mengungsi, Lahan Pertanian Terendam
Hingga Jumat malam, BPBD mencatat sebanyak 94 kepala keluarga atau 376 jiwa telah mengungsi di tiga lokasi, yakni Kantor Kecamatan Tambun Utara serta dua titik pengungsian di Desa Karangraharja.
Selain permukiman, sekitar 1.026 hektare lahan pertanian ikut terendam. Kondisi ini berpotensi mengganggu produksi pangan lokal jika genangan berlangsung lama.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, menyatakan pihaknya terus melakukan asesmen cepat karena debit air di sejumlah titik masih fluktuatif.
“Personel kami siaga 24 jam untuk memantau perkembangan, terutama di wilayah dekat aliran sungai dan tanggul,” ujarnya.
Upaya Penanganan dan Evakuasi Terus Dilakukan
BPBD Kabupaten Bekasi bersama BPBD Provinsi Jawa Barat, TNI-Polri, Tagana, PMI, BBWS, dan PJT II terus melakukan evakuasi serta distribusi bantuan logistik.
Prioritas utama saat ini adalah keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas.
Dengan sejumlah wilayah masih terendam dan potensi genangan bertambah, percepatan penanganan serta pemetaan risiko menjadi kunci agar dampak banjir tidak semakin meluas di Kabupaten Bekasi.
Kesimpulan
Banjir di Kabupaten Bekasi menunjukkan eskalasi serius dengan Cikarang Utara sebagai wilayah paling terdampak. Lebih dari 19 ribu KK terdampak dan ratusan warga mengungsi. Penanganan cepat dan kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko lanjutan.
