Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) dijadwalkan menggelar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana di Amerika Serikat pada 19 Februari mendatang. Pertemuan ini akan menjadi forum internasional penting yang membahas konflik dan rekonstruksi Jalur Gaza, Palestina, dengan kehadiran sejumlah kepala negara dan pemerintahan anggota BoP.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dipastikan menjadi salah satu pemimpin dunia yang hadir dalam pertemuan tersebut. Kepastian itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Rabu (11/2). Dalam lawatan itu, Prabowo juga disebut akan sekaligus merampungkan negosiasi tarif perdagangan Indonesia–Amerika Serikat.
Selain Presiden RI, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban telah lebih dulu menyatakan komitmennya untuk hadir. Dalam sebuah acara di Szombathely, Hungaria, Orban menyebut pertemuan BoP sebagai agenda penting yang akan digelar di Washington dalam waktu dekat.
“Dua minggu lagi kita akan bertemu di Washington, karena Dewan Perdamaian akan mengadakan pertemuan perdananya,” ujar Orban, dikutip dari media setempat.
Kehadiran juga dikonfirmasi oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang dijadwalkan bertolak ke Washington pada 18 Februari 2026. Pemerintah Pakistan menilai partisipasi ini sebagai wujud komitmen terhadap upaya internasional dalam menangani krisis kemanusiaan dan menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan turut hadir, meski belum ada pernyataan resmi. Netanyahu baru saja bergabung dengan Board of Peace setelah menandatangani piagam BoP pada Rabu (11/2), menjelang pertemuannya dengan mantan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih.
Dari Amerika Latin, Presiden Argentina Javier Milei juga telah menyatakan kesediaannya untuk hadir. Konfirmasi disampaikan oleh Kepala Kabinet Argentina Manuel Adorni, yang menyebut Milei memilih memprioritaskan KTT BoP dibanding agenda kunjungan lain di Florida.
Tak hanya itu, sejumlah pemimpin dari negara-negara Arab dan Muslim juga diperkirakan akan hadir, seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, hingga Uni Emirat Arab. Namun hingga kini, kehadiran resmi dari negara-negara tersebut masih menunggu konfirmasi.
Sejauh ini, lebih dari 50 negara telah diundang untuk bergabung dengan Board of Peace. Dari jumlah tersebut, 19 negara sudah resmi menjadi peserta setelah menandatangani piagam pendirian BoP pada 22 Januari 2026 di sela-sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Pertemuan perdana BoP ini disebut akan berfokus pada penggalangan dana untuk rekonstruksi Gaza. Trump, selaku ketua BoP, menyatakan bahwa negara yang ingin menjadi anggota tetap diwajibkan memberikan kontribusi sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp16,8 triliun.
