Notification

×

Iklan

Iklan

Dituding Mark Up Wakaf Mushaf, Taqy Malik Tantang Klarifikasi Terbuka LIVE!

Februari 18, 2026 Last Updated 2026-02-18T05:00:11Z


Nama Taqy Malik tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Ia dituding meraup keuntungan dari program wakaf mushaf Al-Quran di Makkah dan Madinah setelah muncul unggahan viral di Instagram.


Isu ini bermula dari pernyataan seorang Warga Negara Indonesia yang tinggal di Arab Saudi, Randy Permana, melalui akun Instagram @paparich666. Dalam unggahannya, Randy mempertanyakan harga mushaf yang disebut mencapai 80 riyal.


Tudingan Selisih Harga Mushaf


Randy mengaku selama lima tahun bolak-balik tinggal di Arab Saudi, ia tidak pernah menemukan harga mushaf Al-Quran di Makkah maupun Madinah mencapai 80 riyal, bahkan saat musim haji atau Ramadan.


Ia membandingkan harga pasaran mushaf di Arab Saudi yang menurutnya berkisar 40 riyal atau sekitar Rp180.000, dengan harga 80 riyal atau setara Rp330.000 yang disebut-sebut dibebankan kepada jamaah dalam program wakaf tersebut. Selisih harga inilah yang kemudian memicu dugaan adanya mark up.


Unggahan tersebut langsung menyita perhatian publik dan memunculkan berbagai spekulasi di media sosial.


Taqy Malik Ajak Tabayyun Terbuka


Menanggapi tudingan tersebut, Taqy Malik akhirnya buka suara melalui akun Instagram pribadinya. Suami dari Sherel Thalib itu menegaskan kesiapannya untuk melakukan klarifikasi secara terbuka.


Ia bahkan mengundang Randy dan pihak-pihak lain yang melontarkan tuduhan untuk hadir dalam forum tabayyun yang akan disiarkan secara LIVE di Instagram dan dipublikasikan secara transparan.


“Melalui pernyataan ini, dengan segala kerendahan hati, saya mengundang Saudara Rendy Eka Permana dan semua pihak yang melontarkan tuduhan terkait saya untuk hadir dalam forum tabayyun secara terbuka (LIVE melalui platform Instagram dan dipublikasikan secara terbuka), bermartabat, dan penuh tanggung jawab,” tulisnya.


Demi Jaga Kepercayaan Umat


Taqy menegaskan bahwa forum tabayyun tersebut bertujuan untuk meluruskan persoalan dan mencari kebenaran atas isu yang berkembang. Ia berharap klarifikasi terbuka ini bisa menghentikan penyebaran asumsi yang belum tentu benar.


“Saya membuka ruang ini dengan niat baik, agar segala hal menjadi terang, agar tidak ada syubhat yang tersisa, dan agar kepercayaan umat tetap berdiri atas kejelasan, bukan asumsi atau tuduhan liar semata,” tegasnya.


Hingga kini, polemik wakaf mushaf tersebut masih menjadi perhatian publik. Banyak pihak menunggu tindak lanjut dan hasil dari forum klarifikasi yang dijanjikan, guna memastikan transparansi dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program wakaf yang dijalankan.