Notification

×

Iklan

Iklan

Situasi Makin Panas! Kapal Induk Terbesar Dunia Masuk Mediterania, AS Kirim Sinyal Keras ke Iran

Februari 21, 2026 Last Updated 2026-02-21T05:22:27Z



Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford, terpantau memasuki Laut Mediterania pada Jumat (20/2/2026) waktu setempat.


Kapal induk kebanggaan Angkatan Laut AS tersebut melintasi Selat Gibraltar, jalur strategis yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Laut Mediterania. Kehadirannya disebut sebagai bagian dari langkah peningkatan kekuatan militer besar-besaran yang diperintahkan oleh Presiden AS, Donald Trump, di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.


Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat Washington kepada Teheran bahwa opsi militer tetap terbuka jika jalur diplomasi menemui jalan buntu.


Gabung dengan USS Abraham Lincoln di Timur Tengah


USS Gerald R. Ford tidak sendiri. Kapal induk ini dijadwalkan bergabung dengan USS Abraham Lincoln beserta kapal-kapal perang pengiring yang telah lebih dulu berada di kawasan Timur Tengah.


Penguatan armada ini menunjukkan kesiapsiagaan militer AS dalam merespons dinamika geopolitik kawasan, terutama terkait isu nuklir dan keamanan regional.


Para analis menilai pengerahan dua kapal induk sekaligus ke kawasan sensitif seperti Timur Tengah merupakan langkah strategis yang jarang dilakukan, kecuali dalam situasi eskalasi tinggi.


Trump Pertimbangkan Serangan Terbatas


Dalam pernyataannya kepada media pada Jumat (20/2), Presiden Donald Trump mengaku sedang “mempertimbangkan” kemungkinan serangan militer terbatas terhadap Iran apabila negosiasi gagal menghasilkan kesepakatan.


Sebelumnya, Trump bahkan memperingatkan bahwa “hal-hal buruk” dapat terjadi jika Teheran tidak mencapai kesepakatan dalam tenggat waktu yang awalnya 10 hari, lalu diperpanjang menjadi 15 hari.


Pernyataan ini semakin memperkuat spekulasi bahwa Washington tengah menyiapkan berbagai skenario, termasuk opsi militer, jika jalur diplomasi tidak membuahkan hasil.


Iran Siapkan Draf Kesepakatan


Di sisi lain, Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan bahwa draf proposal kesepakatan dengan Washington akan siap dalam beberapa hari ke depan.


Pernyataan itu disampaikan setelah perundingan antara kedua pihak yang berlangsung di Jenewa awal pekan ini. Teheran menyebut penyerahan draf perjanjian potensial akan menjadi langkah lanjutan menuju kesepakatan.


Menurut Araghchi, dokumen tersebut akan segera dikonfirmasi oleh otoritas tertinggi Iran sebelum diserahkan kepada utusan utama Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff.


Dunia Waspada, Pasar Global Ikut Bereaksi


Eskalasi ketegangan AS-Iran berpotensi memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah dan pasar global, terutama sektor energi. Laut Mediterania dan Teluk Persia merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia.


Dengan pengerahan USS Gerald R. Ford ke kawasan tersebut, dunia kini menanti: apakah diplomasi akan berhasil meredam situasi, atau justru ketegangan ini akan berkembang menjadi konflik terbuka?


Perkembangan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu arah hubungan Washington dan Teheran — sekaligus berdampak luas pada geopolitik global 2026.