Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Pulomas Geram! Lapangan Padel Diprotes, Spanduk Penolakan Terpasang di Mana-mana

Februari 21, 2026 Last Updated 2026-02-21T06:29:10Z



Penolakan terhadap keberadaan lapangan padel di kawasan permukiman kembali mencuat. Kali ini datang dari warga RT 05 RW 13, Kelurahan Kayu Putih, Pulomas, Jakarta Timur.


Warga secara terbuka memasang spanduk protes di sejumlah titik lingkungan. Tulisan bernada tegas terpampang di pagar dan ruas jalan perumahan, salah satunya berbunyi, “Kami Menolak Lapangan Padel Berada di Lingkungan RW 013”. Mereka juga menuntut agar suasana lingkungan kembali tenang dan damai.


Pantauan di lokasi pada Sabtu (21/2/2026) menunjukkan suasana sekitar gang menuju lapangan padel relatif sepi. Area parkir pun tampak lengang, hanya satu mobil terparkir di depan gedung.


Kebisingan Jadi Alasan Utama Penolakan


Sejumlah warga mengaku terganggu oleh aktivitas lapangan padel yang disebut berlangsung dari pagi hingga malam hari. Suara bola yang dipukul serta teriakan pemain dinilai mengganggu waktu istirahat, terutama karena lokasi lapangan berada dekat rumah-rumah warga.


Menurut salah satu warga, kebisingan di siang hari mungkin masih bisa ditoleransi. Namun, aktivitas hingga malam dinilai sudah melewati batas kenyamanan lingkungan. Selain itu, lalu lalang kendaraan menuju lokasi juga disebut menambah keresahan karena kerap melaju dengan kecepatan tinggi di area perumahan.


Isu kebisingan di kawasan hunian memang menjadi perhatian serius dalam tata ruang kota, terutama jika usaha komersial beroperasi di tengah lingkungan padat penduduk.


Kasus Serupa Terjadi di Cilandak


Penolakan terhadap lapangan padel ternyata tidak hanya terjadi di Pulomas. Warga di Jalan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan, juga menyuarakan protes serupa.


Mereka mengaku sudah melakukan mediasi dengan pihak pengelola, namun hasilnya belum sepenuhnya memuaskan. Warga terdampak berharap ada solusi konkret, terutama terkait pengaturan jam operasional dan pengendalian kebisingan.


Gubernur DKI Minta Pengawasan Ketat


Menanggapi polemik ini, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan telah meminta dinas terkait untuk melakukan pengawasan di lapangan.


Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan memanggil pengelola serta stakeholder terkait guna memastikan aturan dipatuhi. Pengawasan akan difokuskan pada aspek perizinan, tata ruang, serta dampak terhadap lingkungan sekitar.


Langkah ini diharapkan dapat menjadi jalan tengah antara kepentingan usaha olahraga yang tengah populer dan hak warga untuk mendapatkan lingkungan yang nyaman.


Padel Makin Populer, Konflik Muncul


Olahraga padel memang sedang naik daun di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Namun, meningkatnya jumlah lapangan di area permukiman memunculkan tantangan baru, terutama terkait kebisingan dan lalu lintas.


Kasus di Pulomas dan Cilandak menjadi pengingat pentingnya perencanaan lokasi usaha yang mempertimbangkan dampak sosial serta kenyamanan warga sekitar.


Ke depan, regulasi dan pengawasan ketat menjadi kunci agar tren olahraga modern ini tetap berkembang tanpa memicu konflik di tengah masyarakat.