Notification

×

Iklan

Iklan

Lautan Massa di Yaman Membara! Ribuan Warga Turun ke Jalan Bela Iran

Maret 03, 2026 Last Updated 2026-03-02T22:38:19Z


Ribuan warga Yaman memadati jalanan ibu kota Sanaa pada Minggu (1/3/2026) untuk menyuarakan dukungan penuh terhadap Iran. Aksi ini digelar sebagai bentuk protes atas serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang dikabarkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran.


Dalam demonstrasi tersebut, massa terlihat membawa poster bergambar Ayatollah Ali Khamenei sebagai simbol solidaritas terhadap Teheran. Aksi berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah pasca operasi militer besar-besaran terhadap Iran.


Aksi Solidaritas di Sanaa


Demonstrasi terpusat di sejumlah ruas jalan utama di Sanaa. Massa membawa spanduk dan meneriakkan slogan-slogan anti-AS dan anti-Israel. Banyak peserta aksi mengenakan atribut khas serta mengibarkan bendera sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.


Aksi ini berlangsung damai namun penuh semangat. Warga menyebut serangan terhadap Iran sebagai bentuk agresi yang mengancam stabilitas kawasan dan solidaritas negara-negara yang dianggap berada dalam satu poros politik di Timur Tengah.


Ketegangan Kawasan Kian Memanas


Gelombang protes di Yaman terjadi setelah operasi militer besar yang dilancarkan oleh Presiden AS Donald Trump bersama Israel terhadap Iran. Serangan tersebut disebut sebagai salah satu operasi paling masif dalam beberapa dekade terakhir, dengan ratusan hingga ribuan target strategis dihantam.


Kabar tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dalam operasi tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak di kawasan. Yaman, yang memiliki dinamika politik dan konflik internal panjang, menjadi salah satu negara yang menunjukkan dukungan terbuka kepada Iran melalui mobilisasi massa.


Dampak Politik dan Geopolitik


Aksi ribuan warga Yaman ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa konflik Iran dengan AS dan Israel berpotensi meluas secara politik maupun sosial. Dukungan publik di sejumlah negara Timur Tengah bisa memperkeruh situasi dan memicu eskalasi baru.


Pengamat menilai, dinamika ini bukan sekadar konflik militer, tetapi juga pertarungan pengaruh geopolitik di kawasan. Jika ketegangan terus meningkat, bukan tidak mungkin stabilitas regional akan semakin terancam.


Situasi di Timur Tengah pun kini menjadi sorotan dunia. Gelombang solidaritas seperti yang terjadi di Sanaa memperlihatkan bahwa dampak konflik Iran tidak hanya terbatas pada medan perang, tetapi juga menyentuh sentimen publik lintas negara.