Notification

×

Iklan

Iklan

MUI Minta Prabowo Keluar dari Board of Peace, Ada Apa di Balik Seruan Ini?

Maret 01, 2026 Last Updated 2026-03-01T12:46:33Z


Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas mengutuk serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang terjadi di tengah bulan suci Ramadan. Dalam pernyataan resminya tertanggal 1 Maret 2026, MUI juga mendesak pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto untuk menarik diri dari keanggotaan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden AS Donald Trump.


MUI Nilai Serangan Bertentangan dengan Nilai Kemanusiaan


Dalam siaran pers Nomor Kep-28/DP-MUI/III/2026, MUI menyatakan bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum penghormatan terhadap nilai kemanusiaan dan perdamaian global. Serangan bersenjata tersebut dinilai tidak hanya melukai nilai-nilai kemanusiaan, tetapi juga bertentangan dengan semangat Pembukaan UUD 1945.


MUI juga menyampaikan duka atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disebut gugur dalam serangan gabungan Israel-Amerika pada 28 Februari 2026.


Soroti Eskalasi Konflik Timur Tengah


Menurut MUI, serangan militer tersebut berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah. Mereka menilai situasi ini bukan sekadar insiden terpisah, melainkan bagian dari dinamika geopolitik yang lebih besar yang dapat menyeret banyak negara dalam konflik terbuka.


MUI juga menyoroti serangan balasan Iran ke sejumlah negara Teluk yang menjadi basis militer AS. Dalam pandangan mereka, aksi tersebut merupakan bentuk pembelaan yang diklaim sesuai dengan hukum internasional, selama menyasar fasilitas militer.


MUI menegaskan bahwa Amerika Serikat dan Israel harus menghentikan serangan terhadap Iran demi mencegah eskalasi lebih luas yang bisa mengancam stabilitas global.


Desak Indonesia Keluar dari Board of Peace


Sorotan utama MUI tertuju pada peran Amerika Serikat dalam Board of Peace, forum yang disebut bertujuan mengelola konflik Palestina. Namun, MUI mempertanyakan efektivitas dan arah kebijakan forum tersebut.


Menurut MUI, langkah militer yang dilakukan AS bersama Israel justru bertolak belakang dengan semangat perdamaian yang diklaim diusung BoP. Karena itu, MUI mendesak pemerintah Indonesia untuk mencabut keanggotaan dari forum tersebut.


Seruan ini dinilai sebagai bentuk sikap politik luar negeri yang tegas dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan menjaga konsistensi Indonesia terhadap prinsip perdamaian dunia.


Seruan ke PBB dan OKI


Selain mendesak pemerintah Indonesia, MUI juga menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengambil langkah konkret menghentikan perang serta memastikan penghormatan terhadap hukum internasional.


MUI mengingatkan bahwa konflik bersenjata hanya akan membawa dampak buruk secara global, baik dari sisi kemanusiaan, ekonomi, maupun stabilitas politik internasional.


Sebagai respons spiritual, MUI juga mengajak umat Islam di berbagai belahan dunia untuk memperbanyak doa dan melakukan Qunut Nazilah sebagai bentuk solidaritas terhadap umat Muslim yang terdampak konflik.


Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait desakan tersebut. Namun, dinamika geopolitik yang terus berkembang diperkirakan akan memengaruhi arah kebijakan luar negeri Indonesia dalam waktu dekat.