Notification

×

Iklan

Iklan

Baru Umum Damai, Rudal Langsung Menghujani Israel dan Negara Teluk! Gencatan Trump Dipertanyakan

April 08, 2026 Last Updated 2026-04-08T11:57:21Z

Situasi Timur Tengah kembali memanas setelah serangan rudal dan drone dilaporkan menghantam sejumlah wilayah di Israel serta negara-negara Teluk hanya beberapa jam usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sementara dengan Iran.


Sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai kawasan pada Rabu (8/4/2026) pagi waktu setempat. Negara seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, hingga Arab Saudi melaporkan adanya ancaman rudal maupun drone yang masuk ke wilayah mereka.


Di Abu Dhabi, otoritas setempat mengonfirmasi tengah menangani kebakaran di fasilitas pengolahan gas Habshan yang diduga berkaitan dengan serangan tersebut. Sementara itu, Kementerian Pertahanan Qatar menyatakan berhasil mencegat rudal yang mengarah ke wilayah negaranya.


Bahrain juga membunyikan sirene peringatan udara dan meminta warga segera berlindung. Di Arab Saudi, otoritas pertahanan sipil mengeluarkan peringatan dini bagi warga di Provinsi Al-Kharj menyusul meningkatnya potensi ancaman serangan udara.


Di sisi lain, militer Israel menyatakan mendeteksi beberapa rudal yang diluncurkan dari arah Iran dan sedang melakukan intersepsi untuk mencegah dampak lebih besar. Serangan ini menimbulkan tanda tanya besar terhadap efektivitas gencatan senjata yang baru diumumkan beberapa jam sebelumnya.


Sebelumnya, Donald Trump mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran sepakat melakukan gencatan senjata selama dua minggu. Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump mengatakan penangguhan serangan terhadap Iran dilakukan dengan syarat Teheran membuka kembali Selat Hormuz secara penuh, aman, dan segera.


Pihak Iran melalui pernyataan resmi juga menyatakan menerima penghentian tembakan sementara tersebut. Namun, pemimpin Iran menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan akhir dari konflik dan seluruh unit militer hanya diperintahkan menghentikan operasi untuk sementara.


Pengamat menilai serangan yang tetap terjadi setelah pengumuman gencatan senjata bisa dipicu oleh lambatnya koordinasi militer Iran di lapangan. Selama ini, Iran diketahui menggunakan sistem pertahanan terdesentralisasi, di mana komandan regional memiliki otonomi dalam menjalankan operasi berdasarkan target yang telah ditentukan sebelumnya.


Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata dua minggu tersebut masih sangat rapuh dan berpotensi runtuh sewaktu-waktu jika serangan terus berlanjut di lapangan. (Rhz2797)