Notification

×

Iklan

Iklan

Jangan Disepelekan! 4 Tanda Awal Gangguan Pencernaan pada Anak yang Wajib Dipantau Orangtua

April 08, 2026 Last Updated 2026-04-08T00:55:19Z


Masalah pencernaan pada anak kerap muncul dengan gejala ringan yang sering dianggap biasa oleh orangtua. Padahal, jika tidak dikenali sejak awal, gangguan tersebut dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius dan memengaruhi tumbuh kembang anak.


Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Frieda Handayani Kawanto, menekankan pentingnya orangtua memahami tanda-tanda awal gangguan pencernaan agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.


Berikut empat tanda awal masalah pencernaan pada anak yang perlu diwaspadai:


1. Asupan nutrisi dan berat badan anak tidak optimal

Salah satu indikator penting kesehatan pencernaan adalah kemampuan anak menerima dan menyerap nutrisi dengan baik. Pada bayi, orangtua perlu memastikan asupan ASI atau susu tercukupi serta memantau kenaikan berat badan sesuai usia.


Jika berat badan anak sulit naik atau asupan nutrisi terlihat kurang, kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan penyerapan nutrisi dalam sistem pencernaan.


2. Kurang minum dan minim asupan serat

Pada anak usia di atas satu tahun, pola makan mulai sangat berpengaruh terhadap kesehatan saluran cerna. Kurangnya konsumsi air putih, buah, dan sayuran dapat memicu berbagai masalah pencernaan, terutama sembelit.


Karena itu, orangtua disarankan memastikan kebutuhan cairan dan serat anak terpenuhi setiap hari untuk menjaga sistem pencernaan tetap sehat.


3. Perubahan perilaku saat buang air besar

Konstipasi atau sembelit sering kali tidak disadari sejak awal. Salah satu tandanya adalah frekuensi buang air besar yang terlalu jarang, misalnya hanya tiga hingga empat hari sekali, disertai feses keras.


Selain itu, perilaku anak yang menolak toilet training, menahan BAB, atau hanya mau buang air besar sambil memakai popok juga bisa menjadi tanda anak mengalami ketidaknyamanan akibat konstipasi.


4. Diare dan tanda dehidrasi

Selain sembelit, diare juga menjadi gangguan pencernaan yang perlu diwaspadai. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh anak kehilangan cairan dengan cepat dan berisiko menimbulkan dehidrasi.


Jika anak mengalami diare berulang, lemas, bibir kering, atau frekuensi buang air kecil berkurang, orangtua perlu segera mengambil tindakan.


Deteksi dini sangat penting karena gangguan pencernaan yang tertangani lebih cepat dapat mencegah komplikasi lebih lanjut. Orangtua dianjurkan rutin memantau pola makan, frekuensi BAB, serta perubahan perilaku anak saat ke toilet.


Dengan kewaspadaan sejak dini, kesehatan pencernaan anak dapat terjaga sehingga proses tumbuh kembangnya tetap optimal. (Rhz2797)