Memahami perilaku anak bukan hal yang mudah, apalagi saat si kecil terlihat sangat energik setiap hari. Banyak orang tua sering bingung membedakan apakah anak hanya aktif atau menunjukkan tanda-tanda hiperaktif seperti pada ADHD.
Padahal, meski sekilas terlihat sama, anak aktif dan hiperaktif memiliki perbedaan yang cukup signifikan, terutama dalam hal fokus, kontrol diri, dan cara merespons lingkungan.
Anak Aktif vs Hiperaktif, Apa Bedanya?
Secara alami, anak memang memiliki energi besar dan rasa ingin tahu tinggi sebagai bagian dari proses tumbuh kembang. Namun, pada kondisi tertentu seperti ADHD, anak bisa mengalami kesulitan dalam mengatur perhatian, emosi, dan perilaku.
Berikut beberapa perbedaan utama yang perlu dipahami:
1. Kemampuan Fokus dan Konsentrasi
Anak aktif masih mampu berkonsentrasi, terutama saat melakukan hal yang disukai. Mereka bisa menyelesaikan tugas meski tetap banyak bergerak.
Sebaliknya, anak hiperaktif cenderung sulit fokus dalam waktu lama. Mereka mudah terdistraksi, sering berpindah aktivitas, dan jarang menyelesaikan tugas hingga tuntas.
2. Pengendalian Impuls
Anak aktif umumnya masih bisa mengontrol diri. Mereka dapat menunggu giliran dan mengikuti aturan setelah diingatkan.
Sementara itu, anak hiperaktif sering bertindak tanpa berpikir. Mereka kerap memotong pembicaraan, bertindak spontan, dan sulit mempertimbangkan konsekuensi.
3. Kemampuan Mengikuti Instruksi
Dalam hal mengikuti arahan, anak aktif relatif lebih mudah diarahkan, bahkan untuk instruksi bertahap.
Sebaliknya, anak hiperaktif sering kesulitan memahami dan menjalankan instruksi, terutama jika terdiri dari beberapa langkah. Mereka juga mudah lupa dan kehilangan fokus di tengah aktivitas.
4. Perilaku di Sekolah
Di lingkungan sekolah, anak aktif biasanya tetap bisa bekerja sama dengan teman dan mengikuti aturan.
Namun, anak hiperaktif sering mengalami kesulitan sosial dan akademik. Mereka bisa melanggar aturan tanpa sengaja dan kesulitan menyelesaikan tugas meski sebenarnya memiliki kemampuan.
5. Respons terhadap Frustrasi
Anak aktif masih mampu mengelola emosi dengan baik. Mereka mungkin kecewa, tetapi bisa kembali tenang setelah dibimbing.
Berbeda dengan anak hiperaktif yang cenderung memiliki toleransi frustrasi rendah. Mereka lebih mudah marah, menangis, atau bereaksi berlebihan saat menghadapi masalah.
6. Kemampuan Mengatur Aktivitas
Anak aktif umumnya masih bisa menjaga rutinitas dan kerapian dengan sedikit arahan.
Sedangkan anak hiperaktif sering terlihat tidak terorganisir, seperti sering kehilangan barang, lupa jadwal, dan kesulitan mengatur waktu.
Pentingnya Peran Orang Tua
Memahami perbedaan ini sangat penting agar orang tua tidak salah memberi label pada anak. Anak yang aktif bukan berarti bermasalah, dan anak hiperaktif pun membutuhkan pendekatan khusus, bukan sekadar teguran.
Jika perilaku anak mulai mengganggu aktivitas belajar, hubungan sosial, atau keseharian, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga profesional seperti psikolog atau dokter anak.
Dengan pendekatan yang tepat, setiap anak bisa tumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan kebutuhannya. (Rhz2797)
