Notification

×

Iklan

Iklan

Geger! Dua Eks Menteri Pertahanan China Dihukum Mati, Ini Fakta di Baliknya

Mei 08, 2026 Last Updated 2026-05-08T11:04:34Z


Dua mantan Menteri Pertahanan China dijatuhi hukuman berat dalam kasus korupsi yang mengguncang militer negara tersebut. Pengadilan militer di China menjatuhkan hukuman mati dengan penangguhan dua tahun kepada Wei Fenghe dan Li Shangfu.


Mengutip laporan media pemerintah yang dilansir CNN, kedua mantan jenderal itu dinyatakan bersalah atas praktik penyuapan. Meski dijatuhi hukuman mati, vonis tersebut ditangguhkan selama dua tahun dan akan otomatis diubah menjadi penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.


Wei Fenghe diketahui menjabat sebagai Menteri Pertahanan China pada periode 2018 hingga 2023. Sementara itu, Li Shangfu yang menggantikannya hanya menjabat kurang dari delapan bulan pada tahun 2023 sebelum akhirnya terseret kasus serupa. Keduanya mulai diselidiki oleh otoritas anti-korupsi militer sejak tahun 2023.


Kasus ini menjadi bagian dari gelombang besar pemberantasan korupsi di tubuh militer China yang dipimpin langsung oleh Presiden Xi Jinping. Dalam beberapa tahun terakhir, Xi terus melakukan pembersihan di jajaran elite militer, termasuk pemecatan sejumlah jenderal berpangkat tinggi.


Langkah tegas tersebut berdampak luas terhadap Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), yang memiliki kekuatan lebih dari dua juta personel. Sejak 2022, puluhan perwira tinggi dilaporkan telah diberhentikan atau menghilang dari struktur kepemimpinan militer.


Berdasarkan laporan lembaga riset Center for Strategic and International Studies, sedikitnya 36 jenderal dan letnan jenderal telah resmi dicopot dari jabatan. Selain itu, puluhan perwira lainnya juga disebut dalam status tidak jelas atau berpotensi diberhentikan.


Pembersihan besar-besaran ini disebut sebagai bagian dari upaya modernisasi militer sekaligus memperkuat kendali politik di dalam tubuh PLA. Namun, sejumlah analis menilai langkah tersebut juga memunculkan kekhawatiran terkait kesiapan militer China dalam menghadapi operasi berskala besar.


Di sisi lain, media militer China menegaskan bahwa tindakan tegas ini bertujuan untuk menghilangkan pengaruh negatif dalam tubuh militer dan memperkuat integritas institusi. Pemerintah China juga menegaskan komitmennya untuk menerapkan kebijakan nol toleransi terhadap korupsi di semua lini pemerintahan.


Kasus ini menjadi sorotan global karena melibatkan pejabat tinggi militer sekaligus menunjukkan betapa seriusnya China dalam memberantas praktik korupsi di sektor strategis. (Rhz2797)