Kolagen merupakan protein penting yang berperan besar dalam menjaga kulit tetap kencang, kenyal, dan sehat. Bahkan, sekitar 75 persen struktur kulit tersusun dari kolagen yang berfungsi sebagai penopang utama jaringan kulit.
Namun seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dalam tubuh akan terus menurun secara alami. Penurunan ini umumnya mulai terjadi saat seseorang memasuki usia 25 tahun dan bisa semakin cepat akibat gaya hidup tidak sehat, paparan sinar matahari, hingga perubahan hormon.
Dokter estetika Sophie Shotter menjelaskan bahwa kolagen memiliki peran penting dalam menjaga elastisitas dan kekuatan kulit.
“Kolagen adalah protein struktural utama yang menjaga kekencangan dan kelenturan kulit,” ujarnya.
Berikut sejumlah tanda kulit mulai kehilangan kolagen yang perlu diwaspadai:
1. Kulit Wajah Mulai Kendur
Salah satu tanda paling umum adalah berkurangnya kekencangan pada wajah. Kulit terasa tidak sekenyal dulu dan pori-pori tampak lebih besar karena struktur penopang kulit mulai melemah.
Dermatolog Sam Bunting menyebut kondisi ini terjadi karena kulit secara perlahan menjadi lebih tipis dan kehilangan elastisitas alaminya.
2. Kulit Terasa Lebih Kering dan Kusam
Kolagen membantu kulit mempertahankan kadar air agar tetap lembap. Ketika jumlahnya menurun, kemampuan kulit menahan hidrasi ikut berkurang sehingga wajah tampak lebih kering, kusam, dan tidak bercahaya.
Masalah ini bisa diperburuk oleh kurangnya asupan nutrisi, stres, dan paparan sinar matahari berlebihan.
3. Garis Halus dan Kerutan Makin Jelas
Berkurangnya kolagen membuat garis halus yang sebelumnya samar mulai terlihat lebih nyata. Kerutan di sekitar mata, mulut, dan dahi biasanya menjadi area pertama yang mengalami perubahan.
Seiring waktu, garis-garis tersebut dapat berubah menjadi kerutan yang lebih dalam jika tidak dirawat dengan baik.
4. Wajah Tampak Lebih Tipis dan Kehilangan Volume
Kulit yang kekurangan kolagen akan terlihat lebih tipis dan kurang berisi. Beberapa orang juga mulai menyadari perubahan bentuk wajah seperti pelipis cekung, garis rahang melembut, hingga kelopak mata tampak turun.
Tak hanya memengaruhi kulit, penurunan kolagen juga bisa membuat kuku dan rambut lebih rapuh.
5. Elastisitas Kulit Menurun
Saat kulit ditekan menggunakan jari, permukaannya tidak lagi cepat kembali seperti sebelumnya. Ini menjadi tanda bahwa elastisitas kulit mulai melemah akibat berkurangnya produksi kolagen dalam tubuh.
Kondisi tersebut biasanya semakin jelas terlihat memasuki usia 40 tahun ke atas.
6. Perubahan Kulit Saat Menopause
Pada wanita, menopause menjadi salah satu fase yang paling memengaruhi produksi kolagen. Penurunan hormon estrogen membuat pembentukan kolagen turun drastis sehingga kulit menjadi lebih tipis, kendur, dan muncul kerutan lebih dalam.
Menurut dr. Sam Bunting, perempuan bahkan bisa kehilangan hingga 30 persen kolagen kulit dalam lima tahun pertama setelah menopause.
Selain faktor usia, kebiasaan merokok, pola makan tidak sehat, kurang tidur, dan paparan sinar UV berlebihan juga dapat mempercepat kerusakan kolagen.
Untuk membantu memperlambat penurunan kolagen, para ahli menyarankan penggunaan retinoid secara rutin pada malam hari, menjaga pola makan bergizi, serta menggunakan produk perawatan kulit yang mengandung vitamin C, peptida, niacinamide, dan asam hialuronat.
Mengonsumsi makanan kaya protein seperti telur, ikan, susu, kacang-kacangan, sayuran hijau, dan buah-buahan juga dipercaya dapat membantu tubuh memproduksi kolagen secara alami. (Rhz2797)
