Notification

×

Iklan

Iklan

Ngeri! Gunung Dukono Meletus, Pendaki Selamat Bertambah—Masih Ada yang Hilang

Mei 08, 2026 Last Updated 2026-05-08T10:52:58Z


Erupsi Gunung Dukono kembali memicu kepanikan di kalangan pendaki. Tim gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi setelah aktivitas vulkanik meningkat dan membahayakan siapa pun yang berada di kawasan gunung.


Berdasarkan data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terdapat total 20 pendaki di area tersebut. Mereka terdiri dari sembilan warga negara asing asal Singapura, tiga warga dari Ternate, serta delapan pendaki lokal.


Kabar baiknya, sebanyak 14 pendaki berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Tujuh di antaranya merupakan WNA asal Singapura, sementara tujuh lainnya adalah warga Indonesia. Mereka langsung dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri dari berbagai unsur, termasuk Badan SAR Nasional (Basarnas), BPBD, TNI/Polri, hingga relawan setempat.


Namun, situasi belum sepenuhnya aman. Hingga Jumat siang, dua pendaki WNA masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Operasi sempat dihentikan sementara karena adanya potensi lontaran lava pijar dengan radius mencapai 1,5 kilometer dari kawah.


Setelah kondisi dinilai lebih memungkinkan, pencarian kembali dilanjutkan dengan strategi yang lebih luas. Tim SAR dibagi menjadi dua kelompok, satu menyisir jalur pendakian menuju puncak, sementara tim lainnya menelusuri area aliran sungai di sekitar gunung.


Untuk memaksimalkan pencarian, tim juga memanfaatkan drone guna memantau situasi dari udara. Hal ini penting mengingat aktivitas erupsi masih fluktuatif dan berisiko tinggi bagi petugas di lapangan.


Di tengah upaya evakuasi, kabar duka turut menyelimuti peristiwa ini. Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, mengungkapkan bahwa terdapat tiga korban meninggal dunia akibat erupsi, terdiri dari dua WNA dan satu WNI.


Pemerintah melalui BNPB mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak melakukan pendakian ke Gunung Dukono hingga kondisi benar-benar aman. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan PVMBG guna menghindari risiko yang lebih besar. (Rhz2797)