Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rasa bangganya terhadap pembangunan proyek MRT Jakarta Fase 2A rute Bundaran HI–Kota yang seluruh pengerjaannya melibatkan tenaga kerja asal Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Pramono usai mendampingi Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung progres proyek MRT di kawasan Sawah Besar hingga Harmoni, Jakarta Pusat, pada Selasa (12/5/2026).
Menurut Pramono, sebanyak 3.800 pekerja yang terlibat dalam proyek strategis tersebut merupakan putra-putri Indonesia. Ia menilai hal itu menjadi bukti bahwa tenaga kerja lokal memiliki kemampuan besar untuk menangani proyek infrastruktur modern berskala internasional.
“Kami melihat langsung progres pembangunan dan yang menggembirakan, 3.800 pekerja di sana semuanya adalah tenaga kerja Indonesia,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta.
Ia menambahkan, kesempatan yang diberikan kepada tenaga kerja nasional mampu menghasilkan pekerjaan konstruksi berkualitas tinggi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berharap keberhasilan proyek MRT dapat menjadi motivasi bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia di sektor infrastruktur dan transportasi.
Dalam peninjauan tersebut, Pramono juga menjelaskan bahwa pembangunan stasiun di kawasan Sawah Besar dan Mangga Besar menjadi tantangan tersendiri karena berada di kedalaman sekitar 28 meter di bawah permukaan tanah.
Menurutnya, konstruksi di lokasi tersebut jauh lebih kompleks dibanding titik lain karena membutuhkan teknik pengerjaan bawah tanah yang lebih detail dan presisi.
Selain memantau kondisi terowongan MRT, rombongan juga melihat perkembangan pengerjaan jalur utama MRT Utara–Selatan fase 2A yang saat ini telah mencapai progres 59,7 persen.
Pemerintah menargetkan MRT fase 2A mulai menjalani uji coba pada pertengahan 2027. Setelah itu, jalur hingga Harmoni diharapkan dapat mulai beroperasi paling lambat akhir 2027.
Sementara itu, pembangunan jalur MRT hingga kawasan Kota Tua ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir 2029. Jika proyek selesai sesuai jadwal, maka jalur utama MRT Utara–Selatan sepanjang 22,2 kilometer akan tersambung penuh.
Pramono juga menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merasa puas dengan perkembangan proyek tersebut. Menurutnya, Gibran mengapresiasi kualitas pembangunan terowongan MRT yang dinilai rapi dan menunjukkan progres positif.
Keberlanjutan proyek MRT Jakarta diharapkan mampu memperkuat sistem transportasi massal ibu kota sekaligus mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama di Jakarta.(Rhz2797)
