Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Dugaan Mark Up Alkes RSUD Krui, Kemenkes Akhirnya Beri Penjelasan Lengkap

Juni 22, 2026 Last Updated 2026-06-22T02:32:02Z

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan klarifikasi terkait kabar yang ramai beredar di media sosial mengenai dugaan penggelembungan atau mark up anggaran pengadaan alat kesehatan (alkes) di RSUD KH Muhammad Thohir Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.


Kemenkes menegaskan informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta. Nilai anggaran yang menjadi sorotan publik disebut merupakan total bantuan pengadaan berbagai alat kesehatan, bukan hanya untuk layanan hemodialisis (HD).


Nilai Rp30 Miliar Bukan Khusus untuk Alat Hemodialisis


Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menjelaskan bahwa angka sekitar Rp30 miliar yang sempat disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat peresmian RSUD KH Muhammad Thohir Krui bersama Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari program penguatan rumah sakit daerah.


Bantuan tersebut berasal dari program Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network (SIHREN) yang menjadi bagian dari Program Hasil Cepat Terbaik (PHTC) atau Quick Win pemerintah.


Setiap dari 66 rumah sakit daerah yang masuk dalam program tersebut memperoleh dukungan alat kesehatan canggih dengan nilai lebih dari Rp30 miliar.


Untuk RSUD KH Muhammad Thohir Krui sendiri, nilai bantuan alat kesehatan canggih mencapai sekitar Rp31,7 miliar pada tahun ini.


Bantuan Mencakup Berbagai Peralatan Medis


Kemenkes menegaskan bahwa anggaran tersebut digunakan untuk pengadaan berbagai peralatan medis modern yang menunjang pelayanan rumah sakit secara menyeluruh.


Beberapa alat yang termasuk dalam paket bantuan antara lain:


  • Cathlab
  • CT Scan 64 Slice
  • Echocardiography
  • Mammography
  • Berbagai perangkat diagnostik dan penunjang layanan kesehatan lainnya


Dengan demikian, nilai tersebut tidak hanya dialokasikan untuk layanan cuci darah atau hemodialisis sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.


Ada Tambahan Bantuan Alkes Dasar


Selain alat kesehatan berteknologi tinggi, RSUD KH Muhammad Thohir Krui juga menerima bantuan alat kesehatan dasar dengan nilai sekitar Rp25 miliar untuk tahun anggaran 2025 dan 2026.


Bantuan tersebut meliputi berbagai fasilitas penunjang pelayanan rumah sakit, seperti:


  • Tempat tidur pasien (patient bed)
  • Defibrillator
  • Mesin anestesi
  • Patient monitor
  • Patient monitor ICU
  • Syringe pump
  • Mesin USG
  • Ventilator dewasa, anak, dan anestesi


Tak hanya itu, rumah sakit juga memperoleh perlengkapan ruang operasi dan unit perawatan intensif, termasuk bed ICU, meja operasi, lampu operasi, mobile X-ray, plasma sterilizer, infusion pump, hingga berbagai instrumen bedah.


Total Bantuan Mencapai Rp56,7 Miliar


Jika digabungkan antara bantuan alat kesehatan canggih dan alat kesehatan dasar, total dukungan pemerintah untuk RSUD KH Muhammad Thohir Krui mencapai sekitar Rp56,7 miliar.


Investasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kapasitas layanan kesehatan di wilayah Pesisir Barat agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan medis yang lebih lengkap tanpa harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah.


Kemenkes Minta Masyarakat Tidak Mudah Percaya Hoaks


Menanggapi berbagai informasi yang beredar, Kemenkes mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang belum terverifikasi.


Pihak kementerian menegaskan tidak terdapat penggelembungan anggaran sebagaimana tudingan yang beredar. Kemenkes berharap penguatan fasilitas RSUD KH Muhammad Thohir Krui dapat memperluas akses pelayanan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat di Lampung, khususnya Kabupaten Pesisir Barat.(Rhz2797)