Notification

×

Iklan

Iklan

Viral Dituding Kabur dari Mahasiswa UGM, Wamentan Sudaryono Akhirnya Buka Suara

Juni 16, 2026 Last Updated 2026-06-16T01:33:48Z


YOGYAKARTA – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memberikan penjelasan terkait insiden yang terjadi dalam sebuah forum diskusi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Klarifikasi ini disampaikan setelah beredar video viral yang menampilkan suasana ricuh saat acara berlangsung dan memunculkan tudingan bahwa dirinya meninggalkan lokasi untuk menghindari dialog dengan mahasiswa.


Menurut Sudaryono, dirinya hadir dalam agenda tersebut bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid serta Budiman Sudjatmiko dengan tujuan membuka ruang diskusi secara terbuka dan demokratis. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut telah direncanakan jauh hari dan mendapatkan izin resmi dari pihak kampus.


“Sejak awal kami datang untuk berdiskusi. Forum ini memang dibuat agar mahasiswa dapat menyampaikan pertanyaan, kritik, maupun masukan secara langsung kepada pemerintah,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).


Ia menjelaskan bahwa selama sekitar 30 hingga 40 menit pertama, diskusi berjalan sebagaimana mestinya. Para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan berbagai pandangan terkait kebijakan pemerintah. Namun situasi berubah ketika sekelompok peserta memasuki area forum sambil berteriak, membawa pengeras suara, dan membunyikan sirene yang mengganggu jalannya acara.


Sudaryono menilai sebagian besar mahasiswa sebenarnya masih ingin melanjutkan dialog. Namun adanya kelompok yang meminta kegiatan dihentikan membuat suasana menjadi tidak kondusif.


Meski kondisi mulai memanas, Sudaryono mengaku tetap bertahan bersama Nusron Wahid karena meyakini dialog merupakan cara terbaik untuk menjembatani perbedaan pandangan. Namun keadaan disebut semakin sulit dikendalikan setelah terjadi pelemparan air dan dugaan tindakan fisik terhadap dirinya.


“Saya merasa ada yang memukul saya dan terjadi pelemparan air. Dalam situasi seperti itu, petugas keamanan menyarankan kami untuk keluar demi menjaga keselamatan semua pihak,” katanya.


Terkait tudingan bahwa dirinya melarikan diri dari forum, Sudaryono dengan tegas membantah. Ia mengatakan keputusan meninggalkan lokasi semata-mata dilakukan karena pertimbangan keamanan, bukan untuk menghindari kritik atau pertanyaan mahasiswa.


Menurutnya, setelah situasi mereda, dirinya bersama rombongan bahkan kembali keluar dan duduk bersama mahasiswa di area luar kampus untuk melanjutkan dialog yang sempat terhenti.


“Kalau ada yang menyebut kami kabur, itu tidak benar. Justru kami datang untuk berdiskusi. Bahkan setelah situasi memanas, kami masih berusaha melanjutkan komunikasi dengan mahasiswa,” tegasnya.


Dalam dialog yang berlangsung secara spontan tersebut, sejumlah mahasiswa menyampaikan kritik mengenai isu pertanahan, konflik agraria, hingga dugaan penggusuran di beberapa wilayah. Menanggapi hal itu, Sudaryono menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti laporan yang disampaikan dan melakukan verifikasi langsung ke lapangan.


Ia bahkan mengaku siap menggunakan biaya pribadi apabila diperlukan untuk mengecek berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.


Lebih lanjut, Sudaryono menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Ia menilai perbedaan pendapat merupakan bagian penting dari proses demokrasi selama tetap disampaikan dengan saling menghormati.


Selain itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada mahasiswa yang telah datang dengan harapan mengikuti forum diskusi secara utuh, namun tidak dapat melakukannya karena situasi yang berkembang di lokasi acara.


Sudaryono menegaskan dirinya siap memenuhi undangan dialog lanjutan kapan pun jika diperlukan, baik di Yogyakarta maupun Jakarta. Menurutnya, komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa, harus terus dijaga demi mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.


“Selama tujuannya untuk kebaikan negara, kami siap berdialog dengan siapa saja. Pemerintah terbuka terhadap kritik, masukan, dan berbagai pandangan dari masyarakat,” pungkasnya.(Rhz2797)