Air putih selama ini dikenal sebagai pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Namun, ternyata ada sejumlah minuman yang dapat membantu tubuh mempertahankan cairan lebih lama berkat kandungan elektrolit dan nutrisi di dalamnya.
Ahli gizi olahraga Roxana Ehsani menjelaskan bahwa minum air putih sepanjang hari bukan satu-satunya cara untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Cairan juga bisa diperoleh dari berbagai makanan dan minuman.
Penelitian dari University of St Andrews di Skotlandia menunjukkan bahwa air putih, baik tanpa karbonasi maupun berkarbonasi, memang cepat diserap tubuh. Namun, minuman yang mengandung sedikit gula, lemak, protein, serta elektrolit seperti natrium dan kalium dapat membantu cairan bertahan lebih lama di dalam tubuh.
Nutrisi tersebut dapat memperlambat pengosongan cairan dari lambung sehingga tubuh memiliki lebih banyak waktu untuk menyerap dan mempertahankan cairan.
Berikut beberapa pilihan minuman yang bisa membantu hidrasi lebih lama.
1. Susu
Susu menjadi salah satu minuman yang dapat membantu mempertahankan cairan tubuh. Kandungan elektrolit, karbohidrat, dan protein di dalam susu membantu tubuh menyimpan cairan lebih lama dibandingkan air saja.
Protein dan nutrisi lainnya juga membuat proses penyerapan cairan berlangsung lebih bertahap. Karena itu, susu bisa menjadi pilihan tambahan untuk memenuhi kebutuhan cairan, terutama setelah beraktivitas.
2. Susu Cokelat
Susu cokelat juga dapat menjadi pilihan setelah berolahraga. Selain menyediakan cairan, minuman ini mengandung elektrolit, karbohidrat, dan protein yang dapat membantu memenuhi kembali sebagian nutrisi yang hilang melalui keringat.
Kandungan karbohidrat dan protein dalam susu cokelat juga dapat mendukung pemulihan setelah aktivitas fisik. Namun, perlu diperhatikan kandungan gula dan kalorinya, terutama jika dikonsumsi rutin.
3. Jus Jeruk 100 Persen
Jus jeruk 100 persen mengandung banyak air serta elektrolit alami, termasuk kalium. Mineral tersebut berperan dalam membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Selain kalium, jus jeruk juga menyediakan sejumlah nutrisi lain, seperti magnesium. Produk tertentu yang telah difortifikasi bahkan dapat mengandung kalsium dan vitamin D.
Jus jeruk 100 persen juga dapat menjadi alternatif bagi orang yang ingin mendapatkan cairan sekaligus rasa yang lebih bervariasi. Pilih produk tanpa tambahan gula jika tersedia.
4. Minuman Isotonik
Minuman isotonik yang mengandung elektrolit seperti natrium dan karbohidrat dapat membantu proses penyerapan cairan. Pilihan ini terutama dapat bermanfaat ketika tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit akibat aktivitas fisik atau berkeringat.
Meski demikian, minuman isotonik tidak selalu diperlukan untuk aktivitas sehari-hari. Jika aktivitas tidak terlalu berat, air putih umumnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan cairan.
Air Putih Tetap Jadi Pilihan Utama
Meski beberapa minuman dapat membantu tubuh mempertahankan cairan lebih lama, bukan berarti air putih harus ditinggalkan. Air tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan hidrasi sehari-hari.
Kebutuhan cairan setiap orang juga berbeda dan dipengaruhi oleh aktivitas, cuaca, kondisi tubuh, serta pola makan. Cairan tidak hanya berasal dari minuman, tetapi juga dari makanan seperti semangka, mentimun, dan berbagai buah serta sayuran yang kaya air.
Yang perlu diperhatikan adalah kandungan gula dan kalori. Susu cokelat, jus kemasan, maupun minuman isotonik tertentu dapat mengandung gula tambahan sehingga sebaiknya dikonsumsi secara bijak.
Jadi, saat membutuhkan hidrasi tambahan setelah aktivitas fisik atau ketika cuaca panas, susu, susu cokelat, jus jeruk 100 persen, dan minuman isotonik bisa menjadi pilihan. Namun, untuk kebutuhan sehari-hari, air putih tetap menjadi pilihan sederhana dan praktis.(Rhz2797)
