Notification

×

Iklan

Iklan

Hari Kelima Pascagempa NTT, 65 Ton Bantuan Kembali Dikirim, Total Logistik Capai 253 Ton

Agustus 19, 2026 Last Updated 2026-08-19T04:10:10Z

Pemerintah terus mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Memasuki hari kelima pascabencana, sebanyak 65 ton logistik kembali diberangkatkan menggunakan lima pesawat dari Jakarta menuju NTT.


Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pengiriman tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan dampak gempa di wilayah NTT.


"Yang pertama, atas instruksi Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026, jam 04.00 pagi, kembali diberangkatkan 5 pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik," ujar Teddy di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (19/8/2026), sebagaimana ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.


Dengan tambahan pengiriman tersebut, total bantuan logistik yang telah diangkut sejak hari pertama penanganan mencapai 253 ton. Bantuan yang dikirim meliputi makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, serta berbagai kebutuhan lain bagi warga terdampak.


Bantuan Dipusatkan di Labuan Bajo dan Maumere


Setibanya di NTT, bantuan logistik tidak langsung didistribusikan ke seluruh wilayah. Pemerintah terlebih dahulu mengumpulkan bantuan di dua posko utama yang berada di Labuan Bajo dan Maumere.


Posko Labuan Bajo menjadi salah satu titik distribusi untuk menyalurkan bantuan ke sejumlah kabupaten terdampak, termasuk Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada.


Sementara itu, logistik yang ditempatkan di Posko Maumere akan didorong menuju wilayah lain, di antaranya Sikka, Ende, dan Nagekeo.


Pola distribusi tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih cepat dan terarah, terutama wilayah yang mengalami dampak signifikan akibat gempa.


Distribusi Bantuan Gunakan Jalur Udara, Laut, dan Darat


Pemerintah mengerahkan berbagai moda transportasi untuk memastikan bantuan dapat segera sampai ke lokasi terdampak. Pengiriman dilakukan melalui jalur udara, laut, maupun darat.


Untuk jalur udara, pemerintah menggunakan sejumlah pesawat, termasuk pesawat CASA berukuran lebih kecil serta helikopter untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan dukungan lebih cepat.


Dari jalur laut, sebanyak tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut telah berada di wilayah NTT. Selain itu, terdapat satu kapal rumah sakit yang turut mendukung operasi kemanusiaan.


Sementara itu, akses darat yang sebelumnya terdampak gempa dilaporkan telah kembali dapat dilalui. Berdasarkan laporan Kementerian Pekerjaan Umum, seluruh jalur darat sudah bisa digunakan sejak hari kedua pascabencana.


Kondisi tersebut menjadi faktor penting dalam mempercepat distribusi logistik dari posko utama menuju daerah-daerah yang terdampak.


Pemerintah Pastikan Penanganan Gempa Terus Dipantau


Teddy menegaskan pemerintah akan terus memantau perkembangan penanganan bencana gempa di NTT. Kecepatan distribusi logistik menjadi salah satu prioritas agar kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi.


Pemerintah juga menyampaikan apresiasi kepada aparat, relawan, warga, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana di NTT.


Menurut Teddy, kerja sama seluruh unsur menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan dapat diterima masyarakat dalam waktu secepat mungkin.


"Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapapun yang turut membantu penanganan bencana ini," kata Teddy.


Basarnas Catat 202 Korban, 70 Orang Meninggal


Di tengah percepatan distribusi bantuan, proses pencatatan dan penanganan korban gempa NTT juga masih berlangsung. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sebelumnya menyampaikan adanya penambahan jumlah korban.


Direktur Operasi Basarnas Laksma TNI Yudhi Bramantyo mengatakan, berdasarkan rekapitulasi hingga hari ketiga pukul 23.30 WIB, jumlah korban yang telah terdata mencapai 202 orang.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 70 orang meninggal dunia, sedangkan 132 orang lainnya mengalami luka-luka.


Data korban tersebut masih menjadi bagian dari proses penanganan bencana yang terus diperbarui oleh petugas di lapangan. Pemerintah dan tim gabungan juga terus melakukan upaya penanganan serta memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat dipenuhi.


Dengan pengiriman tambahan 65 ton logistik pada Rabu pagi, total bantuan yang telah diberangkatkan menuju NTT kini mencapai 253 ton. Pemerintah menargetkan distribusi bantuan berlangsung cepat melalui kombinasi jalur udara, laut, dan darat agar bantuan segera diterima warga terdampak gempa.(Rhz2797)