Notification

×

Iklan

Iklan

Riyadh Diguncang Serangan Houthi, Asap Tebal Membubung dari Fasilitas Aramco

Oktober 04, 2026 Last Updated 2026-10-04T02:18:05Z

Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah menyerang fasilitas perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco, di Riyadh pada Sabtu (3/10/2026).


Houthi menyebut serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal balistik dan drone. Kelompok yang bersekutu dengan Iran itu mengatakan serangan merupakan respons terhadap serangan Arab Saudi ke Sanaa dan sejumlah wilayah lain di Yaman. 


Klaim serangan tersebut muncul setelah kepulan asap tebal dan kobaran api terlihat di sekitar fasilitas Aramco di Riyadh pada Sabtu pagi. Seorang saksi yang dikutip Reuters melaporkan adanya asap dan api yang membubung dari area fasilitas tersebut. 


Namun, hingga Minggu (4/10/2026), belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Arab Saudi mengenai apakah fasilitas Aramco tersebut benar-benar menjadi sasaran serangan Houthi. Saudi Aramco juga belum memberikan tanggapan langsung terkait insiden tersebut. 


Houthi Klaim Serangan Berhasil


Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan serangan terhadap fasilitas Aramco di Riyadh berhasil mencapai target. Menurut klaim kelompok tersebut, serangan dilakukan sebagai bentuk pembalasan atas serangkaian serangan udara terhadap Sanaa dan wilayah lain di Yaman.


Houthi juga menuding Arab Saudi telah melancarkan puluhan serangan udara dalam periode 24 jam sebelum serangan ke Riyadh. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. 


Di sisi lain, pihak koalisi yang mendukung pemerintah Yaman membantah klaim Houthi mengenai keberhasilan serangan ke Riyadh. Juru bicara koalisi Saudi, Turki al-Maliki, menyebut klaim tersebut menyesatkan. 


Ketegangan Saudi dan Houthi Meningkat


Insiden di Riyadh terjadi ketika konflik antara Arab Saudi dan Houthi kembali memasuki fase yang semakin intens. Infrastruktur energi Saudi menjadi salah satu sasaran yang disebut dalam berbagai klaim serangan Houthi dalam beberapa pekan terakhir.


Pekan sebelumnya, Houthi juga mengklaim telah menyerang fasilitas Saudi Aramco di Yanbu menggunakan rudal dan drone. Saat itu, Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat enam rudal balistik yang ditembakkan ke arah Taif dan wilayah Yanbu. Saudi tidak melaporkan adanya kerusakan pada fasilitas Aramco akibat serangan tersebut. 


Serangan terhadap infrastruktur energi menjadi perhatian serius karena Arab Saudi merupakan salah satu produsen minyak terbesar dunia. Gangguan terhadap fasilitas minyak berpotensi memberikan dampak lebih luas terhadap keamanan energi dan pasar minyak global.


Konflik Yaman Kembali Memanas


Ketegangan terbaru ini juga terjadi setelah meningkatnya aktivitas militer di Yaman. Reuters melaporkan bahwa Arab Saudi tengah mempersiapkan kemungkinan operasi militer terhadap Houthi, dengan tujuan merebut kembali kendali atas kawasan strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb. 


Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran bahwa serangan terhadap wilayah Saudi dan infrastruktur energi dapat terus berlanjut. Jika eskalasi semakin besar, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Saudi dan Yaman, tetapi juga dapat memengaruhi stabilitas kawasan Timur Tengah serta jalur perdagangan dan energi internasional.


Untuk saat ini, klaim Houthi mengenai serangan terhadap fasilitas Aramco di Riyadh masih belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pemerintah Arab Saudi maupun Saudi Aramco. Karena itu, tingkat kerusakan dan dampak langsung terhadap operasional fasilitas tersebut masih belum dapat dipastikan.(Rhz2797)