Notification

×

Iklan

Iklan

Pemilu Rusia 2026: Partai Putin Kuasai Duma, Raih Lebih dari 57 Persen Suara

September 21, 2026 Last Updated 2026-09-21T09:08:51Z

Partai Rusia Bersatu atau United Russia kembali mendominasi pemilihan parlemen Rusia yang digelar pada 18–20 September 2026. Pemilu ini menjadi pemilihan legislatif pertama Rusia sejak invasi besar-besaran ke Ukraina dimulai pada 2022.


Berdasarkan hasil sementara Komisi Pemilihan Umum Rusia, Rusia Bersatu meraih 57,83 persen suara setelah lebih dari 95 persen suara dihitung. Partai tersebut juga memimpin di sebagian besar daerah pemilihan anggota Duma melalui sistem distrik tunggal.


Hasil sementara itu menunjukkan Rusia Bersatu berada di jalur untuk mempertahankan mayoritas besar di State Duma, majelis rendah parlemen Rusia yang memiliki 450 kursi.


Rusia Bersatu Masih Dominan


Dalam pemilihan kali ini, separuh anggota Duma dipilih melalui daftar partai, sementara 225 kursi lainnya diperebutkan melalui daerah pemilihan tunggal.


Data Komisi Pemilihan Umum Rusia menunjukkan kandidat Rusia Bersatu unggul di 208 dari 225 daerah pemilihan tunggal berdasarkan penghitungan sementara. Dengan kombinasi hasil daftar partai dan distrik tunggal, partai tersebut diproyeksikan memperoleh sekitar 355 kursi.


Sebagai perbandingan, pada pemilu 2021 Rusia Bersatu memperoleh sekitar 49,8 persen suara dalam pemilihan berdasarkan daftar partai.


Partai Komunis Rusia berada di posisi berikutnya dengan sekitar 13,8 persen, disusul Partai Demokrat Liberal Rusia atau LDPR dengan sekitar 8,9 persen. Partai New People juga berada di atas ambang batas parlemen dalam hasil sementara.


Pemilu Pertama Sejak Perang Ukraina


Pemungutan suara tahun ini mendapat perhatian besar karena merupakan pemilu parlemen pertama Rusia sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada Februari 2022.


Presiden Vladimir Putin sebelumnya menggambarkan pemilu tersebut sebagai salah satu ukuran dukungan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan terkait perang di Ukraina.


Pemilu berlangsung selama tiga hari dengan lebih dari 111 juta pemilih terdaftar. Tingkat partisipasi sementara dilaporkan mendekati 57 persen, lebih tinggi dibandingkan angka partisipasi pada pemilu Duma 2021.


Pemungutan Suara di Wilayah Ukraina yang Diduduki Rusia


Pemilu juga mencakup pemungutan suara di wilayah Ukraina yang berada di bawah kendali Rusia, termasuk bagian dari Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson, serta Krimea.


Pemerintah Ukraina menolak penyelenggaraan pemilu Rusia di wilayah tersebut dan menyatakan bahwa pemungutan suara itu tidak sah. Sejumlah pemerintah Barat juga mengkritik pelaksanaan pemilu di wilayah Ukraina yang diklaim Rusia.


Status wilayah-wilayah tersebut menjadi salah satu isu sensitif dalam pemilu Rusia karena Ukraina dan Rusia memiliki klaim yang bertentangan mengenai kedaulatan atas kawasan tersebut.


Partai Oposisi Yabloko Tak Masuk Daftar Nasional


Kontestasi pemilu juga berlangsung dalam kondisi politik yang ketat. Partai liberal Yabloko, yang dikenal sebagai salah satu kelompok politik Rusia yang secara terbuka menentang perang di Ukraina, tidak masuk dalam daftar partai untuk pemilihan berdasarkan daftar nasional.


Reuters sebelumnya melaporkan bahwa sebagian besar kandidat yang menentang perang menghadapi pembatasan untuk ikut serta dalam pemilu. Yabloko sendiri tetap memiliki sejumlah kandidat yang bertarung di daerah pemilihan tunggal.


Pemerintah Rusia dan lembaga pemilu tetap menyatakan proses pemungutan suara berlangsung sesuai aturan. Sementara itu, sejumlah kelompok oposisi dan pengamat mengkritik kondisi kompetisi politik dalam pemilu tersebut.


Pemilu Berlangsung di Tengah Serangan Drone


Hari terakhir pemungutan suara juga berlangsung ketika sejumlah wilayah Rusia menghadapi serangan drone dari Ukraina.


Pejabat Rusia melaporkan serangan dalam jumlah besar yang menyasar sejumlah wilayah, termasuk kawasan sekitar Moskow. Pemerintah Rusia menuding serangan tersebut bertujuan mengganggu pelaksanaan pemilu, sementara Ukraina tidak menerima begitu saja seluruh klaim tersebut.


Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban jiwa dan kerusakan pada sejumlah fasilitas, termasuk infrastruktur energi. Pada saat yang sama, otoritas Rusia juga melaporkan adanya serangan siber terhadap sistem pemungutan suara elektronik selama periode pemilu.


Hasil Akhir Masih dalam Proses


Meski hasil sementara menunjukkan dominasi Rusia Bersatu, proses penghitungan suara belum sepenuhnya selesai pada 21 September 2026.


Data terbaru menunjukkan partai yang terkait dengan pemerintahan Putin masih mempertahankan posisi teratas dan berada di jalur untuk menguasai mayoritas besar di Duma.


Hasil akhir akan memberikan gambaran lengkap mengenai komposisi parlemen Rusia periode berikutnya. Namun, dari hasil sementara yang telah dihitung, Rusia Bersatu diperkirakan tetap menjadi kekuatan terbesar di State Duma.


Pemilu ini juga menjadi perhatian internasional karena berlangsung di tengah perang Rusia-Ukraina yang masih berjalan serta perdebatan mengenai kondisi kompetisi politik dan pelaksanaan pemungutan suara di wilayah yang statusnya disengketakan.(Rhz2797)