Notification

×

Iklan

Iklan

6 Risiko Penyakit Jantung Lemah dan Gejalanya yang Harus Anda Waspadai

April 05, 2024 Last Updated 2024-04-05T04:01:20Z


Memiliki jantung lemah membawa Anda pada risiko kesehatan lebih serius yang membutuhkan perhatian medis.


Jantung lemah dikenal juga sebagai kardiomiopati. Mengutip Cleveland Clinic, kardiomiopati adalah kelompok kondisi yang menyebabkan otot jantung (miokardium) melemah dalam memompa darah.


Ketika kardiomiopati terjadi, otot jantung dapat menebal, kaku, menipis, atau menyebabkan jaringan parut.


Akibatnya, jantung Anda tidak dapat memompa darah secara efektif ke seluruh tubuh. Semakin lama, fungsi jantung Anda bisa melemah.


Seiring berjalannya waktu, risiko jantung lemah pun bisa berkembang. Berikut artikel ini akan mengulas risiko yang harus Anda antisipasi tersebut.


Apa saja risiko penyakit jantung lemah?


Ketika kardiomiopati memburuk, Anda bisa mengalami penyakit lainnya meliputi berikut, seperti yang disari dari Cleveland Clinic dan Mayo Clinic:


Aritmia


Aritmia adalah irama jantung yang tidak normal, bisa berdetak terlalu cepat atau tidak berdetak dengan pola tertaur.


Masalah darah yang dipompa jantung memengaruhi ritme normalnya.


Kondisi ini dapat menyebabkan pingsan atau hilang kesadaran.


Gejala aritmia yang harus Anda waspadai meliputi berikut:


Perasaan berdebar di dada

Detak jantung yang cepat

Detak jantung yang lambat

Nyeri dada

Sesak napas

Gagal jantung


Jantung yang tidak dapat memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh, akan menyebabkan organ gagal berfungsi dengan baik. Jika kardiomiopati tidak diobati, gagal jantung bisa mengancam jiwa.


Gejala gagal jantung mungkin berkembang secara perlahan. Terkadang, gejalanya muncul secara tiba-tiba.


Gejala gagal jantung bisa termasuk berikut:


Sesak napas saat beraktivitas atau saat berbaring

Kelelahan dan kelemahan tubuh

Pembengkakan di tungkai, pergelangan kaki, dan telapak kaki

Detak jantung cepat atau tidak teratur

Berkurangnya kemampuan berolahraga

Mengi

Batuk yang tidak kunjung sembuh atau batuk yang mengeluarkan lendir berwarna putih atau merah muda disertai bercak darah

Pembengkakan di daerah perut

Pertambahan berat badan yang sangat cepat akibat penumpukan cairan

Mual dan kurang nafsu makan

Kesulitan berkonsentrasi atau penurunan kewaspadaan

Nyeri dada jika gagal jantung disebabkan oleh serangan jantung.

Stroke


Penyakit jantung lemah menyebabkan aliran darah tidak lancar di seluruh tubuh, termasuk otak.


Kondisi ini dapat menyebabkan gumpalan darah yang menghambat aliran darah. Jika itu terjadi di aliran darah menuju otak, ini bisa menyebabkan stroke.


Otak membutuhkan aliran darah setiap detik yang membawa oksigen dan nutrisi. Tanpa pasokan oksigen yang dibutuhkan, sel-sel otak bisa mati.


Gejala stroke meliputi berikut:


Kesulitan berbicara dan memahami apa yang dikatakan orang lain

Mati rasa, kelemahan, atau kelumpuhan pada wajah, lengan, atau kaki

Masalah penglihatan pada satu atau kedua mata

Sakit kepala

Kesulitan berjalan


Penyakit katup jantung


Karena kardiomiopati menyebabkan jantung membesar, katup jantung mungkin tidak menutup dengan baik.


Hal ini dapat menyebabkan darah mengalir mundur di katup.


Biasanya penderita penyakit katup jantung tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun ketika masalah katup jantung memburuk, dapat memuculkan gejala sebagai berikut:


Sesak napas semakin meningkat, terutama saat melakukan aktivitas fisik atau berbaring

Palpitasi 

Edema (pembengkakan pada pergelangan kaki, kaki atau perut)

Kelelahan

Lesu atau pusing

Pertambahan berat badan yang cepat

Ketidaknyamanan di dada, terutama saat Anda mengerahkan tenaga

Henti jantung


Henti jantung terjadi ketika jantung Anda berhenti berdetak atau berdetak sangat cepat hingga berhenti memompa darah.


Selama komplikasi penyakit jantung lemah ini terjadi, orang biasanya pingsan dan menjadi tidak responsif.


Gejala henti jantung lainnya meliputi:


Tidak ada denyut nadi

Tidak bernapas

Penurunan kesadaran

Ketidaknyamanan dada

Sesak napas

Kelemahan

Jantung yang berdetak cepat atau berdebar-debar


Syok kardiogenik


Syok kardiogenik adalah kondisi serius yang terjadi ketika jantung tidak dapat memasok cukup darah kaya oksigen ke tubuh untuk memenuhi kebutuhannya.


Kondisi ini merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera di rumah sakit.


Syok kardiogenik paling sering disebabkan oleh serangan jantung atau gagal jantung.


Gejala syok kardiogenik meliputi berikut:


Nyeri dada yang berlangsung lebih dari beberapa menit atau hilang dan muncul kembali

Dada mungkin terasa berat, kencang, atau penuh

Nyeri atau ketidaknyamanan di tubuh bagian atas dan/atau di lengan kiri

Nyeri di perut bagian atas, tenggorokan atau rahang

Kesulitan bernapas

Berkeringat atau “keringat dingin”

Detak jantung cepat atau tidak teratur

Merasa sangat lemah, pusing dan/atau cemas


Kardiomiopati dapat menyerang siapa saja dari segala usia, jenis kelamin, atau ras. Begitu pula dengan risikonya, bisa terjadi pada siapa saja.


Namun, risiko penyakit jantung lemah dapat dicegah dengan Anda menerakan gaya hidup sehat dan periksa kesehatan secara teratur ke dokter.


Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk merancang gaya hidup sehat yang tepat sesuai kondisi kesehatan pribadi Anda agar terhindar dari risiko penyakit jantung lemah.