Notification

×

Iklan

Iklan

Cek Gejala Kekurangan Vitamin B Berikut Ini

April 13, 2024 Last Updated 2024-04-13T09:10:29Z


Vitamin B adalah kelompok nutrisi penting untuk tubuh. Vitamin B diperlukan untuk produksi energi, pembentukan sel darah merah, sintesis DNA, dan fungsi tubuh lainnya.  


Vitamin B sangat penting untuk menjaga kesehatan. Vitamin-vitamin ini, yang meliputi thiamin, riboflavin, niacin, asam pantotenat, piridoksin, biotin, folat, dan sianokobalamin, penting untuk sintesis DNA, pembentukan sel darah merah, dan energi.  


Karena larut dalam air, penting untuk menjaga asupan teratur melalui pola makan yang seimbang. Sangat penting untuk mengidentifikasi tanda-tanda kekurangan vitamin B agar dapat mengambil tindakan segera.


Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan anemia hingga beri-beri. Banyak gejala yang mungkin timbul akibat kekurangan salah satu dari delapan vitamin B. 


Melansir Times, berikut ini adalah tanda dan gejala serta penyebab dan langkah pencegahan kekurangan vitamin B:


1. Pusing, kelelahan, dan anemia


Vitamin B memainkan peran penting dalam produksi energi, dan kekurangannya sering kali bermanifestasi sebagai kelelahan dan kelemahan yang terus-menerus. Selain itu, kadar vitamin B yang tidak mencukupi dapat menyebabkan anemia, yang ditandai dengan rendahnya jumlah sel darah merah.  


Hal ini dapat mengakibatkan berkurangnya transportasi oksigen ke sel, sehingga menyebabkan kelelahan dan kelemahan secara keseluruhan.


2. Masalah kulit


Masalah kulit adalah indikator umum kekurangan vitamin B.  Adanya ruam, kulit kering, dan peradangan pada kulit dapat terjadi, yang mencerminkan peran vitamin dalam kesehatan kulit. 


Vitamin B sangat penting untuk meningkatkan pergantian sel dan menjaga integritas pelindung kulit. Gangguan apa pun pada proses ini dapat menyebabkan berbagai masalah kulit.


3. Kerusakan saraf


Salah satu fungsi penting Vitamin B adalah untuk mendukung kesehatan sistem saraf. Kekurangan vitamin B dapat mengakibatkan kerusakan saraf, menyebabkan gejala seperti mati rasa, kesemutan, atau nyeri pada tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya.  


Fungsi saraf yang baik bergantung pada kadar vitamin B yang cukup, dan ketidakseimbangan apa pun dapat memengaruhi saraf tepi.


4. Perubahan suasana hati


Vitamin B juga berpengaruh pada neurotransmitter dan fungsi otak, yang menjadikannya bagian utama dari pembentukan emosio.  


Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan perubahan suasana hati, termasuk gejala seperti depresi, mudah tersinggung, atau kebingungan. Mempertahankan kadar vitamin B yang optimal sangat penting untuk mendukung kesehatan mental dan stabilitas emosional.


5. Hilang ingatan dan gangguan kognitif


Fungsi kognitif dan memori bergantung pada tingkat vitamin B yang cukup, khususnya B6, B9, dan B12. Kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan hilangnya ingatan, demensia, atau gangguan kognitif lainnya. 


Memastikan asupan vitamin B yang tepat sangat penting untuk menjaga fungsi kognitif dan mencegah penurunan terkait usia.


6. Sariawan di mulut dan lidah terasa sakit


Kesehatan mulut dapat menjadi indikasi status vitamin B. Kekurangan vitamin ini dapat muncul dalam bentuk sariawan, sakit lidah, atau glositis (lidah meradang).


Vitamin B berkontribusi pada kesehatan mukosa mulut dan fungsi normal pengecap. Mengenali gejala-gejala ini dapat mendorong individu untuk mengatasi potensi kekurangan nutrisi.


Penyebab Kekurangan Vitamin B


Untuk mencegah kekurangan vitamin B perlu memahami tentang penyebabnya. Pola makan yang buruk dapat berdampak pada kekurangan vitamin B, terutama jika mereka mengecualikan produk hewani yang kaya akan vitamin B12.  


Penyebab umum lainnya antara lain terkait dengan masalah malabsorpsi atau kesulitan tubuh menyerap vitamin B, biasanya termasuk meningkatnya kebutuhan selama kehamilan atau masa pertumbuhan. Penggunaan obat-obatan yang mengganggu penyerapan, dan kondisi seperti penyakit kronis juga membuat tubuh bisa mengalami defisiensi vitamin B. 


Mengobati Kekurangan Vitamin B


Jenis dan tingkat keparahan kekurangan vitamin B menentukan pengobatan terbaik. Penting untuk melakukan penyesuaian pola makan, seperti menambahkan makanan tinggi B, seperti daging, unggas, ikan, telur, dan sereal yang diperkaya.  


Dalam situasi yang parah, obat-obatan oral atau suntik mungkin diperlukan, tergantung pada kondisi dan reaksi pasien.


Tindakan proaktif juga diperlukan untuk mencegah kekurangan vitamin B. Penting untuk menjaga pola makan yang seimbang dan kaya akan makanan B kompleks.  


Suplemen mungkin diperlukan untuk orang-orang yang lebih rentan, seperti orang lanjut usia atau vegan. Berkonsultasilah dengan ahli medis secara teratur untuk menjamin mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.