Cara Sehat Mengonsumsi Jahe agar Tidak Mengiritasi Lambung
Jahe dikenal sebagai rempah dengan segudang manfaat untuk kesehatan, mulai dari meredakan mual hingga mengurangi peradangan. Namun, cara mengonsumsinya juga berpengaruh besar pada kenyamanan pencernaan. Pada sebagian orang, jahe dalam dosis tinggi justru dapat memicu rasa panas di dada hingga gangguan lambung.
Agar manfaatnya tetap optimal tanpa efek samping, berikut cara paling aman dan sehat untuk mengonsumsi jahe:
1. Konsumsi dalam Dosis Kecil
Meski kaya manfaat, jahe tetap harus dikonsumsi secara moderat.
Penelitian menunjukkan bahwa hingga 4 gram jahe per hari umumnya aman. Melebihi jumlah itu berpotensi menyebabkan heartburn, diare, atau refluks asam.
Dosis yang dianjurkan untuk manfaat kesehatan berada di kisaran 0,5–3 gram per hari. Cara paling aman adalah memasukkan jahe ke dalam masakan atau minuman, bukan mengonsumsi suplemen berkonsentrasi tinggi.
2. Hindari Minum Jahe Terlalu Pekat
Banyak orang terbiasa minum teh jahe setiap pagi—kebiasaan yang sebenarnya cukup aman jika dibuat dengan cara yang benar.
Seduh irisan jahe segar dengan air panas tetapi tidak mendidih selama 5–10 menit. Metode ini menghasilkan teh jahe ringan yang ramah lambung.
Sebaliknya, hindari “ginger shot” pekat, terutama saat perut kosong. Konsentrat jahe yang terlalu kuat dapat mengiritasi esofagus dan memicu refluks.
3. Minum Jahe Bersama Makanan
Mengonsumsi jahe tanpa pendamping dapat membuat perut sebagian orang menjadi sensitif. Karena itu, lebih baik meminumnya bersama makanan atau camilan kecil.
Makanan membantu melapisi lambung sehingga mencegah iritasi. Menambahkan lemak sehat, seperti minyak zaitun, juga dapat menetralkan rasa pedas dan mendukung penyerapan senyawa bermanfaat dari jahe.
4. Olah Jahe dengan Cara Dimasak
Jahe yang dimasak cenderung lebih lembut di perut dibandingkan jahe mentah.
Cobalah menumis jahe, merebusnya dalam sup, atau mencampurnya ke dalam adonan roti, muffin, hingga pancake. Proses pemanasan membantu mengurangi ketajaman rasa pedas sambil mempertahankan manfaat anti-inflamasinya.
5. Padukan dengan Bahan yang Menenangkan Perut
Agar lebih aman, jahe bisa dikombinasikan dengan bahan-bahan yang menenangkan pencernaan, seperti:
lemon
madu
kayu manis
Campuran ini dapat menyeimbangkan rasa pedas jahe sekaligus mengurangi risiko peradangan dan rasa panas di dada. Sejumlah studi menunjukkan kombinasi tersebut lebih mudah ditoleransi tubuh dan tetap memberikan manfaat anti-inflamasi.
