Bekasi – Sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Bekasi kembali menghadapi persoalan banjir menyusul tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Genangan air dilaporkan muncul di kawasan permukiman, jalan lingkungan, hingga area persawahan, sehingga aktivitas warga ikut terdampak.
Tak hanya berdampak pada permukiman, kondisi banjir juga mempengaruhi sektor pertanian. Lahan sawah yang terendam cukup lama berpotensi mengganggu masa tanam dan hasil panen petani. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan kerugian ekonomi, khususnya bagi warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan langkah penanganan, mulai dari pemantauan debit air, pembersihan saluran drainase, hingga penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Warga juga diimbau untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Selain banjir, masyarakat Bekasi juga diminta tetap tenang dan waspada terhadap potensi bencana lain, seperti gempa bumi berskala kecil yang sempat dirasakan di beberapa wilayah. Meski tidak menimbulkan kerusakan berarti, kesiapsiagaan tetap diperlukan.
Ke depan, penanganan banjir di Bekasi diharapkan tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga menyentuh solusi jangka panjang, seperti penataan tata ruang, perbaikan sistem drainase, dan pengendalian alih fungsi lahan.
