Dari sejumlah kasus yang ditangani di wilayah Bekasi, polisi menemukan indikasi kuat bahwa penyalahgunaan obat keras ikut memicu aksi kekerasan dan kebut-kebutan di jalan. Efek obat yang membuat pengguna merasa “kebal takut” dinilai sangat berbahaya, apalagi jika dikonsumsi oleh remaja.
Yang bikin miris, obat-obatan tersebut ternyata mudah didapat. Penjualannya dilakukan secara ilegal, bahkan ada yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana transaksi. Harganya pun relatif murah, sehingga gampang dijangkau oleh anak-anak muda.
Dalam operasi yang digelar, aparat berhasil mengamankan belasan pelaku penjualan obat keras tanpa izin. Ribuan butir pil berbagai jenis turut disita dari warung dan toko yang tidak memiliki izin resmi. Hal ini menunjukkan bahwa peredaran obat keras ilegal di Bekasi masih menjadi pekerjaan rumah besar
Polisi pun mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih waspada dan peduli terhadap aktivitas anak-anaknya. Pengawasan lingkungan dinilai penting untuk mencegah generasi muda Bekasi terjerumus ke lingkaran tawuran, balap liar, dan penyalahgunaan obat berbahaya.
Karena kalau dibiarkan, bukan cuma meresahkan warga, tapi juga bisa menghancurkan masa depan para pelakunya sendiri.
