Notification

×

Iklan

Iklan

Raksasa Mobil Eropa Mulai Pangkas Karyawan! Volkswagen Siapkan PHK Besar-Besaran

Maret 10, 2026 Last Updated 2026-03-10T12:04:28Z



Industri otomotif global kembali diguncang kabar pemangkasan tenaga kerja. Produsen mobil terbesar di Eropa, Volkswagen, mengumumkan rencana pengurangan besar-besaran jumlah karyawan di Jerman setelah kinerja keuangan perusahaan mengalami penurunan tajam.


Dalam laporan tahunan yang dirilis pada Selasa (10/3/2026), CEO Volkswagen Oliver Blume menyampaikan bahwa perusahaan menargetkan pemangkasan sekitar 50.000 posisi kerja hingga tahun 2030. Langkah ini menjadi bagian dari strategi efisiensi besar-besaran yang dilakukan perusahaan untuk menghadapi tekanan di pasar global.


“Secara keseluruhan, sekitar 50.000 pekerjaan akan dipangkas hingga 2030 di seluruh Grup Volkswagen di Jerman,” tulis Blume dalam surat kepada para pemegang saham.


Rencana PHK Semakin Membesar


Sebelumnya, pada akhir 2024 Volkswagen sebenarnya sudah mencapai kesepakatan dengan serikat pekerja untuk mengurangi sekitar 35.000 pekerjaan hingga 2030. Pemangkasan tersebut terutama dilakukan di lini utama merek Volkswagen sebagai bagian dari program penghematan biaya.


Namun rencana terbaru ini menunjukkan bahwa jumlah pengurangan tenaga kerja akan jauh lebih besar dari rencana awal.


Tambahan pemangkasan tersebut diperkirakan berasal dari berbagai unit bisnis dalam grup, termasuk merek premium seperti Audi dan Porsche. Selain itu, anak usaha perangkat lunak Volkswagen, Cariad, juga disebut akan terdampak dalam proses restrukturisasi tersebut.


Langkah ini diambil untuk menghemat biaya operasional hingga sekitar 15 miliar euro per tahun.


Laba Perusahaan Anjlok


Keputusan melakukan pengurangan tenaga kerja muncul setelah kinerja keuangan Volkswagen mengalami penurunan signifikan.


Perusahaan melaporkan laba bersih setelah pajak turun sekitar 44% sepanjang tahun lalu. Total laba bersih Volkswagen tercatat hanya sekitar 6,9 miliar euro atau setara dengan sekitar US$8 miliar.


Angka tersebut menjadi level laba terendah yang dicatat perusahaan sejak tahun 2016.


Tahun tersebut sebelumnya dikenal sebagai masa sulit bagi Volkswagen setelah perusahaan harus menanggung biaya besar akibat skandal manipulasi uji emisi diesel yang sempat mengguncang industri otomotif dunia.


Tekanan dari Pasar Global


Penurunan kinerja Volkswagen juga dipicu oleh berbagai tantangan global yang semakin kompleks.


Salah satunya adalah kebijakan tarif perdagangan yang diterapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap produsen mobil non-Amerika. Kebijakan ini memberikan tekanan tambahan bagi produsen otomotif Eropa yang mengandalkan pasar internasional.


Selain itu, Volkswagen juga menghadapi persaingan yang semakin sengit di pasar China. Negara tersebut selama ini menjadi salah satu pasar terbesar bagi produsen mobil Jerman.


Namun dalam beberapa tahun terakhir, dominasi Volkswagen mulai tergerus oleh produsen lokal seperti BYD dan Geely yang semakin agresif mengembangkan kendaraan listrik.


Di saat yang sama, perusahaan juga harus mengeluarkan investasi besar untuk pengembangan mobil listrik, sementara permintaan pasar masih belum sepenuhnya stabil.


Margin Laba Dinilai Tidak Cukup


Kepala keuangan Volkswagen Arno Antlitz menilai tingkat keuntungan perusahaan saat ini belum cukup kuat untuk menjamin keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.


Menurutnya, perusahaan harus melakukan langkah efisiensi secara tegas agar tetap mampu bersaing di industri otomotif global yang semakin kompetitif.


“Margin laba grup tidak cukup dalam jangka panjang,” ujar Antlitz.


Ia menambahkan bahwa pengendalian biaya akan menjadi fokus utama perusahaan dalam beberapa bulan ke depan.


Prospek Kinerja Tahun 2026


Untuk tahun 2026, Volkswagen memperkirakan margin laba inti perusahaan hanya berada di kisaran 4% hingga 5,5%.


Proyeksi tersebut tidak jauh berbeda dengan margin sekitar 4,6% yang berhasil dicapai perusahaan setelah berbagai biaya restrukturisasi dan pengeluaran khusus diperhitungkan.


Sebelumnya, pada September tahun lalu Volkswagen juga memperingatkan kemungkinan adanya tambahan beban biaya hingga 5,1 miliar euro.


Biaya tersebut berkaitan dengan keputusan Porsche untuk memperpanjang produksi kendaraan bermesin bensin lebih lama dari rencana awal. Langkah itu diambil karena permintaan terhadap mobil listrik Porsche dinilai masih belum berkembang secepat yang diperkirakan sebelumnya.


Dengan berbagai tekanan tersebut, Volkswagen kini harus menjalankan strategi penghematan besar agar tetap mampu bertahan di tengah perubahan besar industri otomotif global.