Notification

×

Iklan

Iklan

Hampir 30 Mahasiswa Tak Mampu di Bekasi Dapat Beasiswa, Ini Peran Ahmadi Madong!

Februari 15, 2026 Last Updated 2026-02-15T08:03:26Z

                               

Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Ahmadi Madong, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan hak masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan. Melalui perannya di Komisi IV DPRD Kota Bekasi, ia aktif melakukan advokasi bagi mahasiswa kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi.

Dalam kegiatan Reses I Tahun 2026 yang digelar di Kecamatan Jatiasih, Madong mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pendampingan kepada hampir 30 mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah. Berkat upaya tersebut, para mahasiswa akhirnya berhasil mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Kota Bekasi.

“Saya sudah lakukan pendampingan kepada hampir 30 mahasiswa yang tidak mampu bayar kuliah. Alhamdulillah mereka kini telah dapatkan beasiswa dari Pemkot Bekasi,” ujar Madong di hadapan warga.

Fokus Bantu Mahasiswa Semester 2 ke Atas

Madong menjelaskan, mahasiswa yang didampingi minimal telah menempuh pendidikan hingga semester dua. Selain itu, mereka dipastikan tidak menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat, sehingga benar-benar membutuhkan dukungan tambahan.

Menurutnya, beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban keluarga dan membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi para penerima.

“Semoga ini bisa meringankan perjalanan mereka ketika kuliah dan memberi kebanggaan bagi orang tua mereka, terutama yang belum pernah merasakan bangku kuliah,” tambahnya.

Berasal dari Tiga Kecamatan di Dapil

Puluhan mahasiswa yang menerima bantuan tersebut berasal dari daerah pemilihan Madong, yakni Kecamatan Jatiasih, Jatisampurna, dan Pondok Melati di Kota Bekasi. Mereka menempuh pendidikan di berbagai universitas swasta, baik di Bekasi maupun luar daerah seperti Jawa Tengah dan Tangerang.

Mayoritas penerima merupakan mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang sebelumnya kesulitan membayar uang semester.

Warga Diminta Aktif Melapor

Madong juga membuka ruang komunikasi bagi warga yang memiliki KTP Kota Bekasi dan menghadapi kendala biaya pendidikan anaknya di bangku kuliah. Ia mempersilakan masyarakat untuk menghubungi dirinya atau melalui tim yang telah disiapkan.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa bantuan ini diprioritaskan bagi mahasiswa yang benar-benar tidak mampu dan tidak menerima bantuan PIP dari pemerintah pusat.

Langkah advokasi ini menjadi salah satu bentuk nyata perhatian wakil rakyat terhadap akses pendidikan yang lebih merata di Kota Bekasi, sekaligus memperkuat komitmen peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.