Notification

×

Iklan

Iklan

Hujan Tak Kunjung Reda, Warga Pinggir Sungai Bekasi Diingatkan Ancaman Longsor

Februari 07, 2026 Last Updated 2026-02-07T15:22:55Z




KOTA BEKASI — Masyarakat Kota Bekasi yang bermukim di kawasan pinggir sungai diminta meningkatkan kewaspadaan menyusul tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu longsor di sejumlah titik bantaran sungai.


Imbauan itu disampaikan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto. Ia menyebut sejumlah aliran sungai di Bekasi memiliki tingkat kerawanan longsor yang perlu diantisipasi sejak dini.


Beberapa wilayah yang masuk dalam kategori rawan longsor di antaranya Kali Bekasi, Kali Cikeas, Kali Cileungsi, Kali Cakung, serta beberapa titik lain yang berada di kawasan padat permukiman.


Untuk meminimalkan risiko, DBMSDA Kota Bekasi terus melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS Cilicis).


“Daerah pinggiran sungai di Kota Bekasi memang rawan longsor, terutama saat curah hujan tinggi seperti sekarang. Namun untuk antisipasi, kami sudah berkoordinasi dengan BBWS Cilicis dan sejauh ini responsnya cukup baik,” ujar Idi kepada wartawan, Sabtu (7/2/2026).





Idi juga mengungkapkan, pada awal tahun 2026 sempat terjadi longsor di Jalan CBD Jatisampurna. Beruntung, kejadian tersebut dapat ditangani dengan cepat sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.


Ke depan, pihaknya berharap tidak ada lagi peristiwa longsor akibat cuaca ekstrem. Meski demikian, ia tetap mengingatkan warga yang tinggal di dekat aliran sungai agar selalu waspada dan segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.


"Kami tentu berharap tidak ada kejadian longsor. Namun sebagai langkah pencegahan, masyarakat kami imbau untuk senantiasa berhati-hati,” tegasnya.


Di sisi lain, kekhawatiran juga dirasakan warga yang tinggal di bantaran Kali Bekasi. Seorang warga Kampung Lebak, Bekasi Utara, bernama Ati, mengaku lebih takut terhadap potensi luapan sungai yang kerap berujung banjir.


“Kalau Kali Bekasi meluap, sudah pasti daerah kami kebanjiran. Seperti beberapa waktu lalu, saya dan warga lainnya baru saja mengalami banjir,” tuturnya.


Kondisi ini menunjukkan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Bekasi saat musim hujan, sehingga kewaspadaan warga dan kesiapsiagaan pemerintah menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.