Notification

×

Iklan

Iklan

Jelang Buka Puasa, Gatsu Lumpuh! 11 Bus Transjakarta Terjebak di Jalur Sendiri

Februari 19, 2026 Last Updated 2026-02-19T14:56:16Z

 

Kemacetan parah melanda Jalan Gatot Subroto (Gatsu), Jakarta Pusat, menjelang waktu berbuka puasa Ramadan, Kamis (19/2/2026) sore. Arus lalu lintas yang tersendat membuat sedikitnya 11 armada Transjakarta tak bisa bergerak, meski berada di jalur khusus bus (busway).


Pantauan di lokasi sekitar pukul 17.45 WIB menunjukkan antrean kendaraan mengular panjang ke arah timur menuju Pancoran. Dari atas Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte Transjakarta Gerbang Pemuda, tepat di seberang kawasan Gelora Bung Karno (GBK), terlihat deretan bus biru-putih berjejer rapat dari Halte Gerbang Pemuda hingga arah Semanggi.


Busway Ikut Tersumbat Kendaraan Pribadi


Kemacetan semakin parah karena sejumlah sepeda motor dan mobil nekat masuk ke jalur busway. Akibatnya, laju bus Transjakarta terhambat dan tak bisa melanjutkan perjalanan.


Seorang petugas keamanan di sekitar lokasi menyebut penyempitan jalur akibat separator beton menjadi salah satu penyebab tersendatnya arus kendaraan.


Menurutnya, kendaraan dari luar jalur kerap menyerobot masuk ketika mendekati titik yang dibatasi beton, sehingga terjadi pertemuan arus dan membuat kendaraan saling mengunci. Kondisi ini diperparah dengan padatnya arus dari arah Slipi yang menyatu dengan kendaraan dari flyover Ladokgi.


Efek Jam Pulang Lebih Awal Saat Ramadan


Lonjakan volume kendaraan terjadi karena banyak pekerja pulang lebih cepat untuk mengejar waktu berbuka puasa di rumah. Penyesuaian jam kerja selama Ramadan membuat jam pulang menjadi bersamaan, sehingga beban lalu lintas meningkat drastis.


Salah satu pengendara, Arul (28), mengaku sudah terjebak macet hampir satu jam sejak berangkat dari Tanah Abang menuju Pasar Minggu, Jakarta Selatan.


Menurutnya, kemacetan di Gatsu memang sudah menjadi hal biasa, namun saat Ramadan kondisinya jauh lebih padat. Ia menyebut kemacetan sudah terasa sejak keluar dari Tanah Abang, berlanjut ke Slipi, hingga ke flyover sebelum akhirnya terhenti total di kawasan Gatot Subroto.


Arul menjelaskan, selama Ramadan jam kerjanya dimajukan satu jam. Biasanya ia masuk pukul 09.30 WIB dan pulang pukul 17.00 WIB, namun kini masuk pukul 08.30 WIB dan pulang pukul 16.00 WIB. Perubahan ini membuat waktu pulang kerja bertabrakan dengan mayoritas pekerja lain.


Meski begitu, ia tetap memilih pulang tepat waktu demi bisa berbuka puasa hari pertama bersama keluarga di rumah. Biasanya, untuk menghindari macet, ia menunda kepulangan dengan makan atau nongkrong terlebih dahulu.


Tantangan Lalu Lintas Jakarta Saat Ramadan


Kemacetan ekstrem di Jalan Gatot Subroto kembali menyoroti persoalan klasik lalu lintas Jakarta, terutama saat momentum Ramadan. Kombinasi volume kendaraan tinggi, pelanggaran jalur busway, serta penyempitan jalan membuat titik-titik strategis seperti Semanggi dan Slipi rentan mengalami kemacetan panjang.


Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya disiplin berlalu lintas, khususnya tidak memasuki jalur busway yang diperuntukkan bagi transportasi publik, agar layanan Transjakarta tetap optimal di jam-jam krusial menjelang berbuka puasa.