Notification

×

Iklan

Iklan

Sempat Siaga Dini Hari, TMA Kali Bekasi Tembus 640 Cm Kini Kembali Aman

Februari 12, 2026 Last Updated 2026-02-12T02:35:49Z

                               


Tinggi muka air (TMA) sungai di wilayah Kota Bekasi sempat mengalami lonjakan signifikan pada Kamis (12/2/2026) dini hari. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat peningkatan terjadi di sejumlah titik pantau, meski kondisi kini telah kembali normal.


Lonjakan tertinggi terpantau di P2C, titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas yang menjadi hulu Kali Bekasi di wilayah Jatiasih. Dengan batas normal 350 sentimeter, TMA di lokasi tersebut sempat menyentuh angka 640 sentimeter pada pukul 00.00 WIB. Ketinggian air kemudian berangsur surut dan kembali di bawah batas normal sekitar pukul 04.30 WIB.


Kenaikan juga terjadi di titik pantau Cikeas. Sungai yang memiliki ambang normal 200 sentimeter itu tercatat berada di angka 267 sentimeter pada pukul 00.00 WIB, bahkan sempat mencapai 360 sentimeter sekitar pukul 01.30 WIB. Namun, kondisi kembali stabil dengan TMA turun menjadi 182 sentimeter menjelang pagi.


Sementara itu, di Cileungsi Hulu yang memiliki batas normal 100 sentimeter, tinggi muka air sempat berada di angka 120 sentimeter hingga pukul 00.30 WIB. Setelah itu, air berangsur surut dan stabil di kisaran 90 sentimeter hingga pukul 04.30 WIB. Adapun di titik Cibongas, TMA justru menunjukkan tren menurun dari 52 sentimeter menjadi 40 sentimeter dalam periode pemantauan yang sama.


Meski seluruh titik pantau kini berada dalam status normal, kenaikan TMA pada dini hari tersebut sempat memicu aktivasi sistem peringatan dini. BPBD Kota Bekasi membunyikan sirine sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kiriman air dari wilayah hulu.


Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Khalid, menjelaskan bahwa kenaikan TMA menunjukkan ketinggian permukaan air sungai terhadap titik acuan tetap. Menurutnya, air kiriman dari hulu membutuhkan waktu beberapa jam sebelum mencapai wilayah hilir.


“Perkiraan waktu tempuh air dari Cibongas ke Cileungsi sekitar dua hingga tiga jam. Dari Cikeas menuju P2C juga dua hingga tiga jam, sedangkan dari Cileungsi ke P2C sekitar tiga hingga empat jam,” ujar Idham.


Ia menambahkan, jika ketinggian air di P2C mencapai 450 sentimeter atau lebih, maka limpasan air berpotensi mengalir ke wilayah Bekasi Timur dan Bekasi Utara, termasuk kawasan Kampung Lengkak dan Teluk Pucung.


Sementara itu, berdasarkan pemantauan Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C), ketinggian air di angka 380 sentimeter berpotensi menimbulkan genangan di sejumlah kawasan. Wilayah yang dinilai rawan terdampak antara lain Vila Nusa Indah 1, 2, dan 5, Pondok Gede Permai, Kemang Pratama, Pekayon Jaya, Jatiasih Indah, Kemang Ifi Graha, hingga Delta Pekayon.


BPBD Kota Bekasi mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran Kali Bekasi untuk tetap waspada, terutama pada malam hari, mengingat potensi hujan masih terjadi di wilayah hulu. Informasi perkembangan TMA terus disebarluaskan melalui camat, lurah, serta kanal komunikasi resmi.


“Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau informasi darurat dapat menghubungi layanan 112,” tutup Idham.