Notification

×

Iklan

Iklan

Trump ke Netanyahu: Jika Diplomasi Gagal, AS Siap Dukung Israel Hantam Iran?

Februari 16, 2026 Last Updated 2026-02-16T11:26:09Z

                               


Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan menyampaikan kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bahwa Washington akan mendukung aksi militer terhadap program rudal Iran apabila jalur diplomasi tidak menghasilkan kesepakatan.


Laporan ini pertama kali diungkap oleh CBS News dengan mengutip dua sumber anonim yang memahami isu keamanan nasional AS. Informasi tersebut mencuat di tengah berlanjutnya perundingan nuklir antara Washington dan Teheran.


Pertemuan di Mar-a-Lago


Menurut laporan tersebut, pernyataan Trump disampaikan saat pertemuan dengan Netanyahu di resor pribadi miliknya, Mar-a-Lago, pada Desember tahun lalu. Namun, detail pembicaraan itu baru terungkap ke publik menjelang putaran lanjutan negosiasi nuklir AS-Iran.


Sumber yang dikutip menyebutkan bahwa Trump menegaskan dukungan terhadap Israel jika kesepakatan antara Washington dan Teheran tidak tercapai, khususnya terkait program rudal balistik Iran.


Opsi Militer dan Dukungan Teknis


Dua bulan setelah pertemuan tersebut, diskusi di kalangan pejabat militer dan intelijen AS disebut telah bergeser. Pembahasan tak lagi sebatas apakah Israel mampu melancarkan serangan, tetapi lebih pada bagaimana AS dapat memfasilitasi misi tersebut, baik secara teknis maupun diplomatik.


Beberapa elemen kerja sama yang disebutkan mencakup pengisian bahan bakar di udara bagi jet tempur Israel untuk memperluas jangkauan operasional, serta upaya mendapatkan izin lintas udara dari negara-negara di sekitar Iran.


Namun hingga kini belum jelas negara mana yang bersedia memberikan izin penggunaan wilayah udaranya. Sejumlah negara Timur Tengah seperti Yordania, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab secara terbuka menyatakan tidak akan mengizinkan wilayah udaranya dipakai untuk serangan terhadap Iran.


AS Perkuat Kehadiran Militer


Ketegangan meningkat seiring langkah AS memperkuat kehadiran militernya di kawasan. Washington telah mengerahkan kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln dan berencana mengirim kapal induk terbesar di dunia, USS Gerald R. Ford.


Trump bahkan menyatakan bahwa USS Gerald R. Ford akan segera bergerak menuju kawasan tersebut apabila negosiasi gagal.


“Jika kita tidak mencapai kesepakatan, kita akan membutuhkannya. Kapal induk itu akan segera berangkat,” ujarnya.


Diplomasi Masih Diutamakan


Putaran kedua perundingan nuklir antara AS dan Iran dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss, dengan mediasi Oman. Proses ini dilakukan secara tidak langsung sebagai upaya menjaga jalur komunikasi tetap terbuka.


Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menegaskan bahwa Trump tetap mengedepankan diplomasi dalam menyikapi isu Iran. Meski demikian, pernyataan terkait dukungan militer menunjukkan bahwa opsi keras tetap berada di atas meja.


Situasi ini menempatkan kawasan Timur Tengah dalam sorotan global, dengan dunia menanti hasil negosiasi yang dapat menentukan arah stabilitas regional ke depan.