Nyeri di bagian belakang tumit kerap dianggap sepele. Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda awal cedera tendon Achilles, salah satu tendon terpenting dalam tubuh manusia yang berperan besar dalam aktivitas bergerak.
Tendon Achilles merupakan tendon terbesar dan terkuat yang menghubungkan otot betis, yakni gastrocnemius dan soleus, dengan tulang tumit atau calcaneus. Fungsinya sangat vital untuk menunjang aktivitas seperti berjalan, berlari, melompat, hingga berjinjit.
Cedera pada tendon Achilles cukup sering terjadi, terutama pada individu yang aktif berolahraga seperti pelari, pemain basket, futsal, maupun olahraga lain yang melibatkan gerakan melompat dan perubahan arah secara cepat. Jika tidak ditangani dengan tepat, cedera ini dapat mengganggu mobilitas dan menurunkan kualitas hidup.
Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga RS Premier Bintaro, dr. Siti Shalihah Suriadiredja, Sp.KO, menjelaskan bahwa terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko cedera tendon Achilles.
“Beberapa di antaranya adalah peningkatan intensitas atau frekuensi latihan secara mendadak, penggunaan sepatu olahraga yang tidak sesuai atau sudah aus, otot betis yang kaku, hingga kelainan struktur kaki seperti flat foot,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/1/2026).
Selain itu, riwayat cedera sebelumnya serta kondisi medis tertentu, termasuk diabetes, juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya cedera tendon Achilles. Cedera ini dapat berupa peradangan (tendinitis), perubahan degeneratif (tendinosis), hingga robekan parsial atau total.
Gejala yang umum dirasakan antara lain nyeri di belakang tumit, terutama saat bangun tidur, rasa kaku ketika mulai bergerak, serta nyeri yang semakin terasa saat berlari, melompat, atau menaiki tangga. Pada beberapa kasus, muncul penebalan atau benjolan kecil di sepanjang tendon.
“Pada robekan total, penderita sering kali merasakan atau mendengar bunyi seperti ‘pop’ yang disertai ketidakmampuan berdiri jinjit,” jelas dr. Siti Shalihah.
Penanganan Awal yang Bisa Dilakukan
Penanganan awal cedera tendon Achilles bertujuan untuk meredakan nyeri dan mencegah kondisi bertambah parah. Langkah sederhana yang dapat dilakukan meliputi mengistirahatkan kaki dari aktivitas berat, mengompres area nyeri dengan es secara berkala, serta mengonsumsi obat antiinflamasi sesuai anjuran dokter.
Penggunaan sepatu dengan penyangga tumit atau insole khusus juga dapat membantu mengurangi beban pada tendon. Pada kondisi kronis atau robekan yang berat, tindakan lanjutan hingga pembedahan dapat dipertimbangkan berdasarkan hasil evaluasi medis.
Untuk mendukung proses pemulihan, Orthosports Wellness Center RS Premier Bintaro menyediakan layanan rehabilitasi dan rekondisi yang terarah dan terintegrasi. Programnya meliputi latihan eksentrik untuk penguatan otot betis, peregangan otot, latihan fungsional bertahap, serta evaluasi biomekanik kaki dan pola berjalan.
Seluruh program disesuaikan dengan tingkat keparahan cedera dan kebutuhan aktivitas pasien, dengan tujuan mempercepat pemulihan sekaligus mencegah cedera berulang.
Masyarakat disarankan segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami nyeri di belakang tumit yang berlangsung lebih dari satu minggu atau disertai kelemahan saat berjalan. Penanganan sejak dini dinilai penting untuk mencegah kerusakan tendon lebih lanjut dan menghindari risiko operasi.
