Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi per 1 April 2026 ramai diperbincangkan. Menanggapi hal ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan penjelasan terkait kondisi terbaru harga BBM di dalam negeri.
Menurut Bahlil, hingga saat ini harga BBM subsidi seperti Pertalite dan solar subsidi masih tetap stabil. Ia menegaskan bahwa pemerintah masih menjaga harga di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang kini telah menyentuh sekitar USD115 per barel.
Untuk diketahui, harga Pertalite saat ini berada di kisaran Rp10.000 per liter, sementara solar subsidi (Biosolar) dipatok sekitar Rp6.800 per liter. Kondisi ini dinilai masih aman bagi masyarakat, khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Bahlil juga menyampaikan bahwa stabilnya harga BBM subsidi tidak lepas dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai Presiden memiliki perhatian besar terhadap kesejahteraan rakyat kecil, terutama dalam menjaga daya beli di tengah tekanan ekonomi global.
Meski demikian, Bahlil belum bisa memastikan apakah harga BBM subsidi akan tetap bertahan atau mengalami penyesuaian ke depan. Ia menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Presiden.
Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya menyeimbangkan antara kebutuhan pembangunan nasional dan kondisi ekonomi masyarakat. Kebijakan energi, termasuk harga BBM subsidi, akan diputuskan dengan mempertimbangkan kedua aspek tersebut secara matang.
Di tengah ketidakpastian harga minyak dunia, masyarakat diimbau untuk tetap tenang sambil menunggu keputusan resmi dari pemerintah terkait kebijakan harga BBM selanjutnya.(Rhz2797)
