Notification

×

Iklan

Iklan

Bukan Antisosial! Studi Ungkap Orang dengan Sedikit Teman Justru Bisa Lebih Cerdas

April 09, 2026 Last Updated 2026-04-09T10:24:36Z

Memiliki sedikit teman sering kali dianggap sebagai tanda seseorang kurang gaul atau kesepian. Namun anggapan tersebut tidak selalu benar. Sebuah studi terbaru justru menunjukkan bahwa orang dengan lingkar pertemanan kecil bisa saja memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibanding mereka yang sangat aktif bersosialisasi.


Temuan ini dipublikasikan dalam British Journal of Psychology dan dikutip oleh Your Tango pada 8 April 2026. Penelitian yang dilakukan psikolog evolusi Satoshi Kanazawa dan Norman Li menyebutkan bahwa individu dengan kecerdasan tinggi cenderung tidak membutuhkan terlalu banyak interaksi sosial untuk merasa bahagia.


Berbeda dengan kebanyakan orang yang memperoleh kepuasan dari hubungan sosial yang luas, kelompok dengan tingkat intelegensi tinggi justru lebih nyaman dengan interaksi yang terbatas. Mereka umumnya merasa cukup dengan lingkar pertemanan kecil tetapi berkualitas.


Penelitian tersebut mengacu pada konsep savanna theory of happiness, yakni teori yang menjelaskan bahwa pola kebahagiaan manusia masih dipengaruhi oleh kebiasaan hidup nenek moyang yang tinggal dalam kelompok kecil. Dalam konteks modern, teori ini menjelaskan mengapa sebagian orang lebih nyaman dengan interaksi sosial yang tidak terlalu intens.


Selain itu, orang dengan kecerdasan tinggi dinilai lebih mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan dan memiliki orientasi kuat pada tujuan jangka panjang. Mereka cenderung mengalokasikan waktu untuk aktivitas yang dianggap lebih bermakna, seperti bekerja, belajar, mengembangkan ide, atau mengejar target pribadi.


Peneliti dari Brookings Institution, Carol Graham, menyebut orang dengan kecerdasan tinggi sering memilih mengurangi aktivitas sosial karena fokus pada pencapaian tujuan hidup yang lebih besar.


Meski demikian, memiliki sedikit teman bukan berarti seseorang antisosial atau tidak mampu menjalin hubungan. Banyak orang justru sengaja memilih memiliki sedikit teman karena lebih menghargai hubungan yang mendalam dibanding sekadar banyak kenalan.


Bagi sebagian individu, waktu sendiri juga menjadi momen penting untuk berpikir, beristirahat, serta menjaga kesehatan mental. Karena itu, kenyamanan dalam kesendirian tidak selalu identik dengan kesepian.


Kesimpulannya, jumlah teman bukan tolok ukur mutlak kebahagiaan atau kemampuan sosial seseorang. Dalam beberapa kasus, lingkar pertemanan yang kecil justru bisa mencerminkan fokus hidup, kedewasaan emosional, dan tingkat kecerdasan yang lebih tinggi. (Rhz2797)