Notification

×

Iklan

Iklan

Bukan Sekadar Lucu! 7 Manfaat Memelihara Kucing di Rumah yang Terbukti Secara Ilmiah

Maret 07, 2026 Last Updated 2026-03-07T10:20:01Z


Kucing menjadi salah satu hewan peliharaan yang semakin populer di berbagai rumah tangga. Selain dikenal lucu dan menggemaskan, memelihara kucing domestik ternyata juga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan fisik maupun mental pemiliknya.


Sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa interaksi manusia dengan kucing dapat memengaruhi kondisi tubuh secara positif. Aktivitas sederhana seperti bermain, membelai, hingga merawat kucing setiap hari dapat membantu menurunkan stres, menjaga kesehatan jantung, hingga meningkatkan sistem kekebalan tubuh.


Menariknya, manfaat ini tidak hanya dirasakan oleh orang dewasa. Anak-anak yang tumbuh bersama hewan peliharaan juga disebut memiliki peluang lebih baik dalam membangun sistem imun yang kuat.


Berikut tujuh manfaat memelihara kucing di rumah yang telah didukung oleh berbagai penelitian ilmiah.


1. Membantu Menurunkan Tekanan Darah


Penelitian di Australia yang melibatkan lebih dari 5.700 responden menemukan bahwa pemilik hewan peliharaan cenderung memiliki tekanan darah lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memelihara hewan.


Interaksi rutin dengan kucing dipercaya membantu tubuh lebih rileks sehingga tekanan darah menjadi lebih stabil.


2. Mengurangi Stres dan Membuat Pikiran Lebih Tenang


Membelai atau memeluk kucing dapat merangsang pelepasan hormon endorfin di dalam tubuh. Hormon ini berperan dalam meningkatkan suasana hati serta mengurangi rasa sakit dan stres.


Selain itu, bermain dengan kucing juga membuat seseorang lebih aktif bergerak sehingga membantu meningkatkan energi dan memperbaiki mood.


3. Menurunkan Risiko Penyakit Jantung


Sebuah penelitian dari University of Minnesota menunjukkan bahwa orang yang tidak memelihara kucing memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung sekitar 30–40 persen lebih tinggi dibandingkan pemilik kucing.


Studi tersebut dilakukan selama 10 tahun dengan melibatkan lebih dari 4.400 responden.


4. Membantu Anak dengan Autisme Berinteraksi


Penelitian dari University of Missouri menemukan bahwa anak dengan autisme dapat mengalami peningkatan interaksi sosial ketika berada di sekitar hewan peliharaan.


Dalam penelitian tersebut, banyak keluarga melaporkan adanya hubungan emosional yang kuat antara anak dan kucing peliharaan mereka.


5. Dengkuran Kucing Bisa Membantu Pemulihan Tubuh


Kucing memiliki kebiasaan mendengkur atau purring. Menariknya, frekuensi getaran suara dengkuran kucing berada pada kisaran 20–140 Hz, yang diyakini dapat membantu proses penyembuhan tulang, sendi, dan otot.


Karena itu, suara dengkuran kucing sering dikaitkan dengan efek terapeutik bagi manusia.


6. Mendukung Kesehatan Mental


Berinteraksi dengan kucing dapat memicu pelepasan hormon oksitosin, yang sering disebut sebagai “hormon cinta”. Hormon ini berperan dalam menciptakan rasa nyaman, tenang, dan bahagia.


Sebuah penelitian pada tahun 2020 juga menunjukkan bahwa sesi terapi dengan kucing dapat menurunkan kadar hormon stres (kortisol) secara signifikan dan membuat partisipan merasa lebih rileks.


7. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Anak


Paparan hewan peliharaan sejak usia dini diyakini dapat membantu memperkuat sistem imun anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak yang tumbuh bersama kucing memiliki risiko lebih rendah mengalami alergi dan gangguan pernapasan.


Hal ini terjadi karena tubuh anak terbiasa menghadapi berbagai mikroorganisme yang ada di lingkungan sekitar.


Memelihara kucing ternyata tidak hanya memberikan kebahagiaan sebagai teman di rumah. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kehadiran kucing juga dapat memberikan manfaat kesehatan yang nyata bagi manusia.


Dengan perawatan yang baik, kucing bukan hanya sekadar hewan peliharaan, tetapi juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan sumber kenyamanan bagi pemiliknya. 🐱